5 Untung-rugi di balik investasi Bakrie di jejaring sosial Path

Rabu, 15 Januari 2014 06:19 Reporter : Novita Intan Sari
5 Untung-rugi di balik investasi Bakrie di jejaring sosial Path Path di BlackBerry. © CrackBerry.com

Merdeka.com - Pekan lalu, Grup Bakrie melalui Bakrie Global Group menggelontorkan dana USD 25 juta atau Rp 304 miliar untuk membeli sebagian saham perusahaan jejaring sosial, Path. Investasi Grup Bakrie di Path disebut sebut kontroversial karena Bakrie terlibat banyak utang.

Berbagai pertanyaan pun muncul dan salah satunya adalah kenapa Path menggandeng Bakrie . Dilansir dari recode.net, masuknya Bakrie ke Path mendapatkan tanggapan negatif dari publik. Salah satu masalah yang paling mengganggu adalah soal bencana luapan lumpur di Jawa pada tahun 2006. Di mana anak usahanya Bakrie Lapindo Brantas menghancurkan 14.000 rumah.

Namun demikian, masalah yang ditimbulkan dari Grup Bakrie ini tidak membuat Pendiri dan CEO Path Dave Morin merubah keputusannya. Dave Morin bakal mempertahankan keputusannya menggandeng Bakrie berdasarkan keputusan bisnis perusahaan dan soal pemberian pelayanan berkualitas tinggi bagi pengguna akun Path di Asia Tenggara.

Menurutnya, keputusan bisnis perusahaan ini masih akan terus berlanjut. Pasalnya, Morin melihat aksi korporasi ini sangatlah penting mengingat Bakrie Telecom yang juga anak usaha Group Bakrie merupakan salah satu mitra Path di Indonesia.

"Selain itu kami juga memiliki mitra dengan tiga operator telekomunikasi besar lainnya, yakni Telkomsel, XL, dan Indosat untuk memberi pelayanan bermutu tinggi kepada pengguna kami. Jadi ini bukan satu-satunya. Karena keputusan menjadikan perusahaan ini melakukan investasi tidak berarti mereka adalah satu-satunya mitra kami di sana," jelas dia.

Walau demikian, investasi Bakrie di Path ini membawa keuntungan dan kerugian buat Bakrie maupun Path sendiri. Merdeka.com mencoba merangkum beberapa keuntungan dan kerugian di balik investasi Grup Bakrie di jejaring sosial Path.

2 dari 6 halaman

Pengguna menutup akun Path

akun path rev3

Keputusan Bakrie melalui Bakrie Global Group untuk investasi di jejaring sosial Path dinilai akan membawa pengaruh buruk untuk perusahaan Path sendiri.

Setelah kabar investasi Bakrie atas Path tersebar, banyak pengguna Path di Indonesia 'berkicau' di Twitter mengatakan akan menutup akun Path mereka. Alasannya, fakta yang paling dirasa adalah terkait soal bencana luapan lumpur di tahun 2006, yang dihubungkan dengan anak usahanya Bakrie Lapindo Brantas yang telah menghancurkan 14.000 rumah di Jawa.

Walaupun demikian, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio melihat ancaman ini tidak akan berpengaruh kepada perusahaan Path sendiri.

"Itu tinggal masyarakat saja. Masyarakat teriak teriak akan tutup akun Path tapi perusahaan Path itu tidak akan mikirin Bakrie itu siapa dan kenapa investasi," ucap Agus kepada merdeka.com.

3 dari 6 halaman

Investasi Bakrie tak akan untung

tak akan untung rev3

Investasi Bakrie Global Group di jejaring sosial, Path sebesar USD 25 juta atau sekitar Rp 304 miliar dinilai tidak akan menguntungkan sama sekali. Pengamat Ekonomi, Kiswoyo Adijoe mengatakan aksi Grup Bakrie tersebut tidak sejalan dengan pengembangan bisnis perusahaan lainnya di tengah melilitnya utang perusahaan beserta anak usahanya.

"Semua perusahaan Bakrie itu tidak jelas, termasuk masalah investasinya. Investasi itu kemahalan. Dari dulu perusahaan Bakrie itu tidak jelas. Lihat saja nanti bisnis ini (Path) tidak menghasilkan uang," ujarnya saat dihubungi merdeka.com.

4 dari 6 halaman

Investasi yang hanya memperbesar utang Bakrie

hanya memperbesar utang bakrie rev3

Langkah Bakrie melalui Bakrie Global Group untuk investasi di jejaring sosial Path dinilai tidak tepat. Bukannya meraup keuntungan, investasi ini akan menambah utang Bakrie secara keseluruhan.

Penelusuran merdeka.com, perusahaan Bakrie tidak sanggup melunasi utangnya yang sudah menumpuk beberapa tahun silam. Lembaga Katadata menaksir total utang Bakrie dengan tanggungan 10 perusahaan tahun lalu mencapai Rp 78 triliun.

Pengamat Ekonomi Kiswoyo Adijoe mengatakan dengan kondisi ini pasar tidak terlalu merespon dengan investasi yang dilakukan Bakrie tersebut.? "Tidak akan menutupi utangnya, jelas tidak bisa," ujar Kiswoyo.

5 dari 6 halaman

Dongkrak penjualan Esia

esia rev3

Investasi Bakrie melalui Bakrie Global Group ternyata tidak hanya membawa dampak negatif atau kerugian. pengamat telekomunikasi dari Skybee, Gunadi mengatakan, investasi Bakrie di jejaring sosial Path ini membawa keuntungan bagi perusahaan Bakrie yang lainnya.

Aksi korporasi ini akan mendongkrak pelanggan Esia sehingga bisa menambah pelanggan layanan fixed wireless access (FWA) milik PT Bakrie Telecom Tbk.

"Bila bisa meracik produknya, maka layanan Esia bakal sangat diuntungkan. Saat ini stiker Path hanya dibeli menggunakan kartu kredit, selanjutnya, Esia bisa membuatnya dengan hanya memotong pulsa," ujar Gunadi.

6 dari 6 halaman

Diversifikasi bisnis media

media rev3

Investasi Bakrie Global Group ke jejaring sosial Path dinilai sudah sangat tepat dan menguntungkan. Pasalnya Bakrie sebelumnya juga sudah punya bisnis media dan ini merupakan diversifikasi bisnis yang sangat menarik.

"Bakrie mungkin melihat potensi media yang dimiliki Path sangat besar sehingga aplikasi ini bisa menjaring banyak masyarakat Indonesia, sehingga ini juga membuat return besar bagi pemegang saham juga dan juga dapat mengurangi beban utang perusahaan," ujar Analis Pasar Modal, Reza Priyambada.

Baca juga:
Pengguna Path ancam tutup akun karena kasus Bakrie di Lapindo
Bakrie dinilai tidak akan untung investasi Rp 304 M di Path
Bakrie Global Group suntik modal Path USD 25 juta
Masuknya Bakrie ke Path bisa dongkrak pelanggan Esia
Ini alasan Anindya Bakrie membeli saham Path

[idr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini