5 Tantangan Pasar Modal Indonesia

Jumat, 3 Juli 2020 16:52 Reporter : Anggun P. Situmorang
5 Tantangan Pasar Modal Indonesia Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ekonomi global dan domestik di 2020 sempat diramal akan menghadapi kondisi yang cukup baik. Namun, pada kenyataannya, ekonomi tahun ini sudah dimulai dengan penyebaran Virus Corona yang menjangkit hampir seluruh negara di dunia.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, ekonomi domestik dan global masih akan menghadapi lima tantangan sekaligus dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini juga akan mempengaruhi pasar modal Indonesia.

"Pertama adalah pandemi Virus Corona sepanjang belum dihadapi penemuan vaksin yang efektif, ini belum akan bagus di market secara kencang," ujar Andry dalam sebuah diskusi online, Jakarta, Jumat (3/7).

Menurutnya, meskipun sudah ada pelonggaran di beberapa titik, tetap saja pasar gusar akan adanya gelombang kedua virus corona. "Walaupun sudah ada pelonggaran lockdown, PSBB di beberapa negara tetapi masih menjadi sentimen di market ke depan. Ini sudah terbukti beberapa waktu terakhir," jelasnya.

Faktor kedua, kata Andry, adalah dalam jangka menengah memang ada sentimen yang berubah yaitu peningkatan utang di negara berkembang (emerging market). Salah satunya akan menyebabkan adanya kenaikan suku bunga acuan dan itu menjadi resiko, tetapi market berharap ada recovery.

"Faktor ketiga, tidak menjadi dominan tetapi selalu menjadi perhatian seperti Geopolitik, perang dagang. Kita misalnya melihat di tahun 2020 ini masih ada Donald Trump, Xi Jim Ping dan Kim Jong Un. Presiden-presiden unik yang bisa menggerakkan sentimen market. Tahun ini ada pemilu di AS dan ini akan menjadi sentimen baru," paparnya.

Baca Selanjutnya: Faktor Selanjutnya...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini