5 Potret Kemiskinan Indonesia Terbaru yang Buat Presiden Jokowi Khawatir

Selasa, 16 Juli 2019 06:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
5 Potret Kemiskinan Indonesia Terbaru yang Buat Presiden Jokowi Khawatir Jokowi-Maruf Sampaikan Pidato Visi Indonesia Termasuk Soal Kemiskinan. ©2019 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Presiden Jokowi menyampaikan kekhawatiran akan kemiskinan dan ketimpangan yang masih menjadi masalah serius di Tanah Air. Namun, dia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap optimistis.

Sebab, Presiden Jokowi yakin pembangunan yang dilakukan pemerintah saat ini sudah dalam jalur tepat untuk menekan ketimpangan dan kemiskinan.

"Kita telah membangun infrastruktur yang mempersatukan kita, kita telah berhasil menurunkan angka kemiskinan, kita telah berhasil menurunkan ketimpangan," kata Presiden Jokowi.

Dia melanjutkan ke depan pemerintah akan fokus membangun SDM yang kompetitif. Upaya ini bertujuan untuk menyejahterakan rakyat Indonesia sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh gini ratio sebesar 0,382 pada Maret 2019. Angka tersebut menurun sebesar 0,002 poin jika dibandingkan dengan gini ratio September 2018 yang sebesar 0,384. Sementara itu, jika dibandingkan dengan gini ratio Maret 2018 juga turun sebesar 0,007 poin dari yang sebelumnya sebesar 0,389.

Pada pidato visi Indonesia, Presiden Jokowi turut menyinggung upaya pemerintahannya periode II tetap fokus menurunkan angka kemiskinan. Maka dari itu, merdeka.com akan merangkum potret kemiskinan Indonesia terbaru hasil dari pantauan BPS.

1 dari 5 halaman

Ketimpangan Si Kaya dan Miskin Yogyakarta Terparah

BPS mencatat provinsi yang mempunyai nilai gini ratio tertinggi yaitu Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu sebesar 0,423. Sementara yang terendah tercatat di Bangka Belitung dengan gini ratio sebesar 0,269.

Dibanding dengan gini ratio nasional yang sebesar 0,382 terdapat delapan provinsi dengan angka gini ratio lebih tinggi, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta (0,423), Gorontalo (0,407), Jawa Barat (0,402), Sulawesi Tenggara (0,399) DKI Jakarta (0,394), Papua (0,394), Sulawesi Selatan (0,389) dan Papua Barat (0,386).

2 dari 5 halaman

Penduduk Miskin Indonesia Capai 25,14 Juta

BPS catat kemiskinan pada Maret 2019 mencapai 25,14 juta orang atau sebesar 9,41 persen. Angka ini turun sebesar 0,53 juta orang dibandingkan September 2018.

"Persentase penduduk miskin pada Maret 2019 sebesar 9,41 persen menurun 0,25 persen poin terhadap September 2018," kata Kepala BPS Suhariyanto.

3 dari 5 halaman

Maluku dan Papua Terbanyak Miliki Penduduk Miskin

Jumlah penduduk miskin berdasarkan kepulauan pada Maret 2019 terbesar berada di wilayah Pulau Maluku dan Papua yaitu sebesar 20,91 persen. Sedangkan persentase penduduk terendah berada di Pulau Kalimantan, yaitu 5,93 persen.

"Dari sisi jumlah, sebagian besar penduduk miskin masih berada di Pulau Jawa sebanyak 12,72 juta orang sedangkan jumlah penduduk miskin terendah berada di Pulau Kalimantan 0,97 juta orang," kata Suhariyanto.

4 dari 5 halaman

Beras dan Rokok Penyebab Terbesar Penduduk Jatuh Miskin

Sumbangan beras terhadap angka kemiskinan masih terbesar yakni 20,59 persen di perkotaan dan 25,97 persen di pedesaan. Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap garis kemiskinan 12,22 persen di perkotaan dan 11,36 persen di pedesaan.

Sedangkan, komoditi bukan makanan yang memberikan sumbangan garis kemiskinan terbesar di perkotaan dan pedesaan adalah masih dipicu oleh sektor perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi.

"Perumahan memberikan sumbangan terbesar sebanyak 8,16 persen di perkotaan dan 7,26 persen di pedesaan," kata Suhariyanto.

5 dari 5 halaman

Penduduk Miskin Terbanyak Ada di Desa

Suhariyanto menyampaikan, penduduk miskin pada periode September 2018 hingga Maret 2019 di daerah perkotaan mengalami penurunan sebesar 136,5 ribu orang. Yakni dari 10,14 juta orang pada September, menjadi 9,99 juta orang pada Maret 2019.

Sedangkan penduduk miskin di pedesaan tercatat turun sebesar 393,4 ribu orang dari 15,54 juta orang pada September 2018 menjadi 15,15 juta di Maret 2019.

"Persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 6,89 persen menjadi 6,69 persen. Sementara di pedesaan turun dari 13,10 persen menjadi 12,85 persen," katanya.

[bim]

Baca juga:
Bos BPS: Kategori Miskin Kalau Pendapatannya di Bawah Rp 1,99 Juta
Presiden Jokowi Fokuskan Pagu RAPBN 2020 untuk Program Prioritas Pada Visi Indonesia
Ketimpangan Kaya dan Miskin Indonesia Turun Tipis Maret 2019
Faktor Turunnya Tingkat Kemiskinan RI di Maret 2019 Jadi 25,14 Juta Orang
Jumlah Orang Miskin Turun Jadi 25,14 Juta Jiwa di Maret 2019, Terbanyak di Pulau Jawa
Tolak Mempekerjakan Anak, Pemkot Depok Imbau ASN Tak Gunakan Jasa Ojek Payung
Masuk MTs Pakis Banyumas Bisa Bayar Pakai Singkong dan Talas

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini