5 Penyebab kurs dolar menguat hantam nilai tukar hingga Rp 14.000

Rabu, 9 Mei 2018 07:32 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
5 Penyebab kurs dolar menguat hantam nilai tukar hingga Rp 14.000 Uang Dollar. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Kurs dolar yang tengah menguat berimbas pada anjloknya nilai tukar rupiah hingga menembus angka Rp 14.000 per USD. Angka tersebut dinilai menjadi yang terendah sejak Desember 2015. Menurut Bloomberg, nilai rupiah terpuruk terdalam kedua di Asia setelah Rupee India.

Meskipun begitu, Bank Indonesia (BI) tetap optimistis nilai tukar rupiah berpeluang menguat kembali (rebound) terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Kepala badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Suahasil Nazara mengatakan, gejolak nilai tukar yang terjadi saat ini bukan hanya dialami rupiah semata, tetapi juga mata uang negara lain di dunia.

"Kalau menurut saya sih enggak ya (kepercayaan investor turun). Kan memang volatilitas di dunia lagi tinggi, dalam konteks volatilitas yang tinggi itu kan semua melakukan adjustment," ujar dia.

Menurut Suahasil, saat ini kegiatan ekonomi dan industri di dalam negeri tidak terlalu terpengaruh oleh pelemahan Rupiah. Hal ini terlihat dari pertumbuhan impor yang masih tinggi di mana di dalamnya didominasi oleh impor bahan baku dan barang penolong.

Tentu ada penyebab kurs dolar menguat hingga menembus angka Rp 14.000 per USD. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menjelaskan beberapa penyebab tersebut:

Baca Selanjutnya: Adanya defisit transaksi tahun ini...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini