5 Pembelaan pemerintah Jokowi maju mundur naikkan harga Premium

Jumat, 12 Oktober 2018 06:00 Reporter : Merdeka
5 Pembelaan pemerintah Jokowi maju mundur naikkan harga Premium Menteri Kabinet Jokowi. ©rumgapres/cahyo bruri sasmito

Merdeka.com - Pemerintah membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium menjadi Rp 7.000 per liter. Hal tersebut setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar kenaikan ini ditunda.

Kemarin sore secara tiba-tiba pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengumumkan penaikan harga Premium bersamaan dengan harga BBM non subsidi lainnya. Premium naik 7 persen dari Rp 6.550 menjadi Rp 7.000 di wilayah Jamali. Namun, tak berapa lama pemerintah malah membatalkannya.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengungkapkan keheranannya pada sikap plin plan pemerintah dalam menaikkan harga Premium. Padahal, Pertamina dalam dua tahun terakhir selalu rugi dalam menjual Premium karena kesenjangan biaya pengadaan yang lebih besar dibanding harga jualnya.

"Hanya dalam tempo kurang dari satu jam, oleh Menteri Jonan diumumkan pembatalan kebijakan penaikan harga premium. Menurut pandangan saya, hal seperti ini menjadi catatan bagi kami di DPR RI, khususnya Komisi VII atau Komisi Energi," ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR, M. Ridwan Hisjam.

Pemerintah pun memiliki alasannya sendiri mengapa terkesan 'plin plan' dalam bersikap terkait harga Premium. Berikut rangkumannya.

Sumber: Liputan6

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini