5 Negara Ini Melarang Boeing 737 Max 8 Melintas di Ruang Udaranya

Kamis, 14 Maret 2019 06:00 Reporter : Siti Nur Azzura
5 Negara Ini Melarang Boeing 737 Max 8 Melintas di Ruang Udaranya Boeing 737 MAX. ©REUTERS/Matt Mills McKnight

Merdeka.com - Pasca Jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines pada Minggu (10/3) lalu, sejumlah negara termasuk di Indonesia telah menghentikan pengoperasian pesawat Boeing 737 Max 8. Sebab, sudah ada 2 kecelakaan pesawat dengan jenis yang sama dalam 5 bulan, yakni Lion Air JT 610.

Meski demikian, tragedi ini nyatanya memberikan efek domino terhadap pemakaian Boeing 737 Max 8. Bahkan, negara-negara yang tidak memiliki Boeing 737 Max 8 pun ikut melarang pesawat tersebut melintas di ruang udaranya.

Berikut 5 negara yang melarang Boeing 737 Max 8 melintas di ruang udaranya.

1 dari 5 halaman

Malaysia

Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) menangguhkan semua penerbangan Boeing 737 MAX 8 di wilayah udaranya pada Selasa, setelah kecelakaan pesawat di Ethiopia. Saat ini, tidak ada maskapai Malaysia yang mengoperasikan pesawat jenis tersebut.

Chief Executive Officer (CEO) regulator penerbangan Ahmad Nizar Zolfakar segera memerintahkan penangguhan jenis itu, setelah dua kecelakaan fatal yang melibatkan model Boeing 737 MAX 8 dalam waktu kurang dari lima bulan.

"Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia dengan segera menangguhkan operasi pesawat Boeing 737 MAX 8 yang terbang ke atau dari Malaysia dan transit di Malaysia hingga pemberitahuan lebih lanjut," katanya dalam sebuah pernyataan singkat.

Keputusan itu muncul ketika Menteri Urusan Ekonomi Malaysia Mohamed Azmin Ali menyarankan sovereign wealth fund Malaysia, Khazanah, pada Senin (11/3) untuk meninjau ulang pemesanan 25 pesawat Boeing varian MAX 8 dan MAX 10 untuk Malaysia Airlines.

Khazanah adalah pemegang saham tunggal dari maskapai nasional negara itu. "Tentu saja manajemen Khazanah harus melihat masalah ini dengan segera, untuk memastikan bahwa keselamatan maskapai sangat penting. Mereka harus meninjau kembali perjanjian apa pun yang mereka miliki di masa lalu," katanya.

2 dari 5 halaman

Mesir

Pemerintah Mesir melarang perjalanan, lepas landas, dan pendaratan pesawat Boeing 737 Max, kementerian penerbangan sipil mengumumkan pada Rabu. Hal tersebut merupakan tindakan pencegahan keamanan pasca terjadinya kecelakaan.

"Tidak ada maskapai penerbangan Mesir, termasuk maskapai nasional EgyptAir, yang memiliki jet Boeing 737 Max dalam armada mereka, dan tidak memiliki kesepakatan untuk membeli Boeing 737 Max apa pun di masa mendatang," kata pernyataan itu.

3 dari 5 halaman

Libanon

Direktur Jenderal Bandara Beirut, Mohamad Chehabeddine mengatakan, pemerintah Libanon mengumumkan larangan pesawat Boeing 737 menggunakan wilayah udaranya. "Boeing 737 tidak dapat mendarat di Bandara Beirut atau melewati wilayah udara Lebanon," kata Mohamad.

Pernyataan Chehabeddine datang setelah penerbangan Ethiopian Airlines Boeing 737 Max 8 jatuh pada Minggu lalu, menewaskan semua 157 penumpang. Pesawat buatan AS itu jatuh hanya enam menit setelah lepas landas dari Addis Ababa, ibukota Ethiopia.

4 dari 5 halaman

Polandia

Kantor Penerbangan Sipil Polandia memutuskan pada Selasa (12/3) untuk menutup ruang udara Polandia bagi penerbangan pesawat Boeing 737 MAX 8. Langkah ini mengikuti panduan dari Badan Keselamatan Penerbangan Eropa yang memutuskan untuk melarang semua penerbangan Boeing 737 Max di Eropa, termasuk Boeing 737 MAX 8 dan Boeing 737 MAX 9.

Seorang juru bicara untuk perusahaan penerbangan nasional Polandia LOT juga menyatakan, bahwa untuk saat ini perusahaan menangguhkan penerbangan yang dioperasikannya dengan pesawat jenis ini, dan secara bertahap mengganti Boeing 737 MAX 8 dengan pesawat lain di rute yang menggunakan Boeing saat ini.

5 dari 5 halaman

Prancis

Otoritas penerbangan sipil Prancis DGAC pada Selasa (12/3) mengumumkan pihaknya telah melarang pesawat Boeing 737 MAX dari wilayah udara Prancis setelah kecelakaan pesawat dengan model yang sama di Ethiopia.

"Mengingat keadaan kecelakaan di Ethiopia, pihak berwenang Prancis telah mengambil keputusan, sebagai tindakan pencegahan, untuk melarang penerbangan komersial pada Boeing 737 MAX ke, dari, atau di wilayah Perancis," kata DGAC.

DGAC memutuskan untuk menutup wilayah udara negara itu bagi model pesawat AS setelah pesawat Ethiopia Boeing 737 MAX 8 menuju Nairobi, Kenya, jatuh tak lama setelah lepas landas dari ibukota Ethiopia Addis Ababa pada Minggu (10/3) pagi, menewaskan semua 157 orang di dalamnya.

"Perancis tetap memperhatikan unsur-unsur penyelidikan yang akan datang serta keputusan regulator Eropa dan Amerika," tambahnya.

Baca juga:
Thailand Larang Terbang Boeing 737 Max 9 Selama Tujuh Hari
Luhut Panggil Kemenhub dan KNKT Bahas Perkembangan Boeing 737 Max 8
Penghentian Operasional Boeing 737 Max 8 Diklaim Tak Ganggu Jadwal Penerbangan
India Ikut Kandangkan Pesawat Boeing 737 Max 8
Jokowi soal Boeing 737 Max 8 Dilarang Terbang: Keselamatan Penumpang Nomor Satu

[azz]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini