5 Mantan Karyawan Tesla Siap Salip Kesuksesan Elon Musk

Kamis, 25 Februari 2021 07:30 Reporter : Merdeka
5 Mantan Karyawan Tesla Siap Salip Kesuksesan Elon Musk Elon Musk. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebagian besar orang pasti tahu tentang Tesla, perusahaan kendaraan listrik yang dibangun miliuner atau orang terkaya Elon Musk. Demikian pula, mungkin sebagian hanya mengenal PayPal hanya sebagai perusahaan perintis pembayaran elektronik terkemuka dunia.

Tapi siapa sangka, jika dilacak, mantan pekerja lawas PayPal justru kini merupakan pendiri sejumlah perusahaan teknologi mapan, seperti LinkedIn, Tesla, Yelp hingga Youtube dan banyak lagi.

Belakangan muncul istilah 'PayPal Mafia', ini merujuk pada jaringan mantan karyawan periode awal PayPal yang kini sudah sukses dengan perusahaan barunya. Sebenarnya fenomena serupa bukan hanya terjadi di PayPal, tapi juga terjadi di Tesla.

Seiring bertumbuhnya Tesla sebagai perusahaan raksasa yang memimpin produksi kendaraan listrik, perusahaan besutan Elon Musk ini telah melahirkan jaringan mantan karyawan yang tersebar di berbagai perusahaan baru yang kebanyakan juga bergerak pada industri kendaraan listrik.

Dikutip dari Forbes, sedikitnya ada lima mantan karyawan Tesla yang sekarang sudah menjangkau bisnis baru yang juga sedang tumbuh pesat.

Jika dihitung, bisnis kelima mantan karyawan miliarder Musk ini diperkirakan memiliki kapitalisasi hingga USD 30 miliar setara Rp423 triliun.

Meski nilai tersebut masih jauh untuk menandingi kapitalisasi Tesla USD 780 miliar setara Rp11 ribu triliun. perusahaan-perusahaan tersebut memiliki proyeksi cerah di masa depan. Bukan hanya sebagai pendukung, bahkan bisa menjadi saingan Tesla.

Siapa saja mereka? berikut adalah lima mantan karyawan Elon Musk yang kini sukses dengan perusahaannya sendiri:

1. Sterling Anderson

Anderson merupakan co-founder dan Chief Product Officer (CPO) dari Aurora Inovation, perusahaan teknologi kendaraan otonom di Amerika Serikat.

Dia sempat bergabung dengan Tesla pada tahun 2013 untuk membantu pengembangan teknologi kendaraan tanpa awak.

Setelah sempat terlibat dalam peluncuran Tesla Model X, Anderson keluar tiga tahun kemudian. Dia kemudian membuat perusahaan produsen mobil tanpa awak, Aurora bersama ilmuwan lainnya, yaitu mantan penanggung jawab proyek mobil otonom Google, Chris Urmson dan peneliti Artificial Intelegance (AI) Universitas Carnegie Mellon, Drew Bagnell.

Aurora kini berkembang sangat cepat, valuasinya telah menyentuh USD 10 miliar setara Rp141 triliun. Setelah mengakuisisi unit kendaraan otonom milik Uber, Aurora juga telah menjalin kemitraan dengan produsen truk Paccar dan Toyota.

Dikutip dari TechCrunch.com, Toyota dan Aurora bakal melakukan uji coba pertama mobil jenis minibus tanpa awak yang dinamai Sienna pada akhir tahun ini. Dengan pertumbuhan ini, membuka peluang Aurora untuk tampil sebagai pemain utama produsen kendaraan teknologi canggih tanpa awak di dunia.

Baca Selanjutnya: 2 Gene Berdichevsky...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Elon Musk
  3. Tesla
  4. Orang Terkaya
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini