5 Kritik naik turunnya harga BBM hingga sebut Jokowi cuma pencitraan

Senin, 6 April 2015 05:30 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
jokowi presentasi di depan pebisnis dan pengusaha tiongkok. ©REUTERS/Feng Li/Pool

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo telah memutuskan untuk menghapus subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium. Sementara, jenis Solar masih tetap akan diberikan subsidi dengan skema besaran tetap yakni Rp 1.000 per liter.

Keputusan presiden ini tentunya membuat harga BBM menjadi tak pasti. Alias naik turun. Dalam beberapa bulan ke belakang, rakyat sempat senang karena harga BBM turun. Namun, bulan lalu, rakyat kembali berteriak karena harga BBM naik.

Tercatat, sejak Oktober 2014 sampai Maret 2015, harga BBM sudah lima kali mengalami penyesuaian. Pada November 2014, Presiden Jokowi- JK menaikkan harga BBM, lalu diturunkan pada Januari 2015. Harga BBM kembali turun pada pertengahan Januari 2015. Awal Maret 2015, harga BBM kembali naik. Di penghujung Maret 2015, harga BBM kembali dinaikkan.

Saat menaikkan harga BBM pertama kali, memang Jokowi beralasan ingin memperbaiki pengelolaan anggaran agar lebih sehat dan tidak banyak uang negara dihabiskan untuk subsidi yang sifatnya konsumtif. Alasan lain diungkapkan ketika Jokowi menurunkan harga BBM. Saat itu Jokowi beralasan kebijakannya itu merespon harga minyak dunia yang terus mengalami penurunan.

Pemerintah sendiri menanggapi santai naik turunnya harga BBM ini dan yakin masyarakat akan terbiasa. "Ini kan (naik) karena harga minyak (dunia) kayak yoyo (mainan)," ujar Menko bidang Perekonomian Sofyan Djalil di Jakarta.

Naik turunnya harga BBM mengundang protes dari beberapa kalangan lantaran cenderung berdampak buruk bagi masyarakat. Kenaikan harga BBM hampir selalu diikuti naiknya harga barang-barang kebutuhan pokok lainnya.

Apa saja kritik pada keputusan Jokowi melepas harga BBM sesuai mekanisme pasar? Berikut merdeka.com mencoba merangkumnya untuk pembaca.

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.