5 Kesalahan finansial ini selalu dihindari oleh orang kaya

Jumat, 29 Desember 2017 07:00 Reporter : Anggun P. Situmorang
ilustrasi orang kaya. © nocookie.net

Merdeka.com - Orang orang yang sukses secara finansial memiliki cara tersendiri mengatur keuangannya. Ada banyak resiko yang dihindari agar pundi pundi penghasilan yang dikumpulkan dengan kerja keras tidak hilang tanpa arah yang jelas. Inilah yang membuat orang kaya selalu dikenal dengan sikap protektif dengan penghasilannya.

Para orang kaya selalu bertindak waspada dengan uang mereka. Di antara berbagai kesalahan yang bisa mereka lakukan, mereka akan memberi perhatian ekstra agar tidak melakukan 5 kesalahan di bawah ini seperti dilansir dari Hipwee. Mengetahuinya bisa menjadi bekal untuk mulai mengumpulkan dan menyimpan kekayaan di esok hari.

Malas memeriksa kondisi finansial secara berkala

Orang kaya tidak pernah ketinggalan dalam memeriksa situasi keuangannya saat ini serta di masa depan. Agar bisa mengontrol aset-asetnya, mereka selalu paham di mana kakinya berpijak sekarang, apakah di atas bebatuan kokoh atau malah di ujung tanduk kebangkrutan. Salah satu langkah yang tidak pernah lepas rutinitas orang kaya yakni memeriksa informasi rekening.

Dari sana, akan diketahui informasi berapa banyak dana yang keluarkan dalam sebulan. Dengan demikian dapat diketahui apakah posisi keuangan membaik, stagnan, atau malah memburuk. Dari penilaian tersebut, pemilik rekening juga dapat menentukan langkah-langkah apa yang sebaiknya diambil untuk menambah pundi uangmu.

Menghambur-hamburkan uang untuk urusan yang tak perlu

orang orang yang terkenal kaya umumnya tidak banyak yang suka menghambur hamburkan uang. Walaupun terkenal kaya, kerap kali orang kaya tidak hidup semewah yang dibayangkan. Justru sebaliknya, mereka hidup dengan gaya yang sederhana. Misalkan, Mark Zuckerberg yang masih mengendarai mobil kota biasa, bukan Lamborghini. Atau Sir Richard Branson yang mendedikasikan dirinya di dunia filantropi. Mereka tidak akan menghabiskan uangnya untuk barang atau gaya hidup yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Membuang-buang uang untuk bayar denda dan biaya ekstra

Orang kaya kerap kali terkenal dengan sifat disiplin. Mereka cenderung menghindari hal hal konyol yang dapat memicu pengeluaran membengkak. Contohnya, mereka akan lebih memilih membayar cicilan atau memperpanjang STNK tepat waktu dari pada harus dibebankan dengan denda. Orang kaya yang cerdik selalu memperhatikan kemana saja uangnya mengalir. Bukan karena pelit, tapi karena mereka teliti.

Orang kaya selalu berusaha melindungi kekayaannya dengan menjauhkan diri dari biaya ekstra yang sebenarnya bisa dihindari dengan sedikit usaha ekstra. Orang kaya jarang sekali telat membayar tagihan, dan selalu menghindari penggunaan kartu kredit berbunga tinggi. Mereka selalu membaca surat tagihan dengan cermat, dan memeriksa apakah ada kesalahan dalam tagihan mereka.

Terlalu fokus untuk berhemat dan lupa mencari uang tambahan

Mengencangkan ikat pinggang dan menahan nafsu untuk belanja memang bisa menghemat uang. Namun, seseorang tidak akan bisa bertambah kaya hanya dengan berhemat saja. Jika ingin strategis, jangan pernah lupakan bagaimana caranya menambah penghasilan setiap bulannya. Berhasil menghemat pengeluaran sebesar Rp. 200 300 ribu per bulan itu luar biasa, tapi memperoleh Rp 1 juta dari pemasukan ekstra merupakan hal yang lebih baik. Ketika mulai terbiasa dengan strategi ini, seseorang tidak hanya akan mempertahankan kekayaan namun juga menambah kekayaan.

Mengorbankan nilai dan kualitas demi barang murahan

Kadang, label harga murah bisa begitu menggoda. Misalnya, ketika memilih membeli sepatu seharga Rp. 50.000 daripada yang berharga Rp. 400.000. Padahal, sepatu berharga Rp. 50.000 pasti tidak terjamin kualitas dan ketahanannya. Contoh lain, ketika terus bertahan menggunakan kendaraan tua yang boros bahan bakar, sementara sebenarnya bisa membeli mobil baru yang irit, ramah lingkungan, dan ringan biaya perawatan.

Orang kaya akan cukup cerdas untuk tak tertipu dengan label harga murah, walaupun mereka selalu ingin menekan pengeluaran. Sebabnya, label paling murah bukan berarti yang paling berkualitas. Orang kaya mampu mempertimbangkan, apakah barang murah tersebut justru membuatnya mengeluarkan lebih banyak uang dibandingkan jika ia membeli yang mahal sekalian.

[azz]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.