5 Jurus pemerintah agar macet parah tak terulang saat arus balik

Jumat, 8 Juli 2016 06:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
5 Jurus pemerintah agar macet parah tak terulang saat arus balik Arus balik libur di tol Cipali. ©2015 merdeka.com/bram salam

Merdeka.com - Macet parah melanda pemudik pada Lebaran tahun ini. Rata-rata pemudik menghabiskan waktu lebih dari 30 jam untuk sampai di kampung halaman.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai, pembangunan beberapa ruas tol digadang-gadang pemerintah untuk atasi kemacetan parah saat mudik Lebaran justru tidak berfungsi.

"Dulu kemacetan di ruas Cikampek dan Palikanci, sekarang berpindah ke Brebes Timur. Pemerintah dan kepolisian gagal mengantisipasi kemacetan saat mudik Lebaran, khususnya di ruas tol Brebes Timur," kata Tulus.

"Ini namanya kemacetan berbayar! Dulu macet total di jalan Pantura, kita tidak bayar, karena jalan non tol. Sekarang kemacetan berpindah di tol: berbayar! Konsumen dirugikan dua kali. Dan akhirnya hanya pengelola tol yang diuntungkan," tambahnya.

Masyarakat pun mengkhawatirkan hal serupa kembali terulang saat arus balik. Pemerintah menyarankan pemudik kembali lebih awal dan kreatif mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan.

"Rutenya juga jangan di satu titik saja. Lewat selatan enak, di tengah juga baik. Petugas di lapangan diharapkan lebih siap lah," ungkap Kepala badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Zuna.

Pengamat Transportasi Darmaningtyas pesimistis jika arus balik nantinya bakal lancar. Namun demikian, dirinya berharap petugas di lapangan agar bisa lebih bekerja keras mengatur lalu lintas.

"Kebanyakan mereka kembali hari Sabtu- Minggu. Jadi kalau sampai itu terjadi bersamaan ya sulit rasanya untuk tidak macet lagi. Masyarakat harus lebih cerdas dalam mengatur waktu mereka."

Lalu apa saja strategi pemerintah untuk mengantisipasi macet parah kembali terulang saat arus balik? Berikut merdeka.com akan merangkumnya untuk pembaca.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini