5 Fakta unik redenominasi rupiah

Minggu, 9 Desember 2012 09:38 Reporter : Wisnoe Moerti
5 Fakta unik redenominasi rupiah uang kecil. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Wacana redenominasi mata uang yang digulirkan oleh Bank Indonesia sejak tiga tahun lalu, kembali menguat setelah pada bulan ini pemerintah dan bank sentral memutuskan untuk melakukan sosialisasi mengenai kebijakan ini.

Aturan hukum untuk penyederhanaan nilai mata uang dikabarkan telah disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Redenominasi adalah penyederhanaan kembali pecahan mata uang yang berlaku di suatu negara, misalnya Rp 1.000 akan disederhanakan menjadi Rp 1 dengan makna dan nilai yang tidak berubah. Redenominasi tidak sama dengan sanering.

Sanering adalah pemotongan nilai mata uang. Sanering sama saja memotong daya beli masyarakat karena tingginya tingkat inflasi yang terjadi di suatu negara.

Dari sisi tujuannya pun berbeda. Redenominasi bertujuan agar mata uang lebih efisien dalam transaksi dan pencatatan administrasi. Sementara sanering bertujuan mengurangi jumlah uang yang beredar karena inflasi yang sangat tinggi.

Pemerintah dan Bank Indonesia sudah menyusun tahapan-tahapan dalam proses redenominasi. Butuh waktu lama untuk bisa menerapkan ini. Di beberapa negara berhasil, tapi ada pula yang gagal menerapkan ini.

Terlepas dari itu, setidaknya ada lima fakta unik dari redenominasi. Berikut paparannya.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini