5 Fakta Unik dari Tragedi Listrik PLN Padam 9 Jam

Kamis, 8 Agustus 2019 06:00 Reporter : Merdeka
5 Fakta Unik dari Tragedi Listrik PLN Padam 9 Jam Malam Tanpa Listrik PLN di Ibu Kota. ©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Pemadaman listrik massal di sebagian wilayah Jawa gegerkan masyarakat Indonesia. Listrik padam yang berlangsung hingga 9 jam membuat perusahaan listrik negara (PLN) sebagai pengelola tunggal menjadi sorotan.

Padamnya listrik pada Minggu (4/8) yang lalu memperlihatkan betapa rapuhnya sistem ketenagalistrikan Indonesia. Kerapuhan ini merupakan dampak dari jaringan listrik Tanah Air yang memang sangat kompleks.

"Sistem jaringan listrik Indonesia adalah salah satu yang paling kompleks di dunia," kata Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto.

Parahnya lagi, kata Heru, sistem kelistrikan yang kompleks ini bergantung hanya pada satu institusi saja, yaitu PLN. PLN ke depan tidak mungkin lagi sendirian dalam mengurusi tantangan ketenagalistrikan di negara kepulauan seluas dan sebesar Indonesia.

"Kalau akar masalahnya tidak diselesaikan maka ada kemungkinan listrik bisa padam lagi," ujar Doktor Manajemen Strategis jebolan UI ini.

Dari kejadian pemadaman listrik PLN tersebut, terpantau sejumlah fakta unik di dalamnya. Berikut rangkumannya.

2 dari 6 halaman

Pohon Sengon Dituding Jadi Biang Kerok

dituding jadi biang kerok rev1

PT PLN Persero menggaet Bareskrim Polri untuk menginvestigasi gangguan listrik yang menyebabkan mati listrik massal di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah pada Minggu 4 Agustus 2019 lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkap hasil investigasi bahwa mati listrik diduga dipicu oleh pohon yang ada di sekitar jaringan. Pohon sengon disebut sebagai biang kerok itu.

Pohon tersebut memiliki ketinggian melebihi batas ruang bebas atau right of way (ROW) dengan jaringan listrik, yakni 8,5 meter. "Kerusakan diduga sementara adanya pohon yang ketinggiannya melebihi batas ROW sehingga mengakibatkan flash atau lompatan listrik," ucap Dedi.

3 dari 6 halaman

Pegawai PLN Potong Gaji untuk Urunan Bayar Kompensasi

potong gaji untuk urunan bayar kompensasi rev1

Manajemen PT PLN (Persero) memutuskan akan memotong gaji pegawainya, untuk menutupi kompensasi atas pemadaman listrik yang terjadi pada Minggu (4/8) di sebagian Jawa. Sebagaimana diketahui, PLN menghitung besaran kompensasi yang harus dikeluarkan kepada pelanggan sebesar Rp839 miliar.

Direktur Pengadaan Strategis II PT PLN (Persero) Djoko Raharjo Abumanan mengatakan, ini menjadi pilihan, karena besaran gaji diberikan berdasarkan kinerja pegawai. Namun dia belum bisa menyebutkan besaran potongan gaji.

"Gaji pegawai kurangi, karena gini di PLN itu namanya merit order, kalau kerja tidak bagus potong gaji," tuturnya.

4 dari 6 halaman

21,9 Juta Pelanggan Dirugikan

pelanggan dirugikan rev1

Pelaksana tugas Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani mengatakan, kompensasi untuk korban pemadaman listrik akan diberikan pada September. Tercatat, korban pemadaman listrik mencapai 21,9 juta pelanggan, tersebar di wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat dengan nilai penggantian sebesar Rp839 miliar.

Untuk wilayah Jakarta total kompensasinya senilai Rp311,78 miliar untuk pelanggan terdampak sebanyak 4,47 juta, Jawa Barat kompensasi yang dibayar sebesar Rp362,50 miliar dengan jumlah korban pemadaman listrik sebesar 14.287.910 pelanggan, dan Banten sebesar Rp165,60 miliar dengan total korban pemadaman 3.221.850 pelanggan.

Sementara itu, jika dirinci berdasarkan jenis pelanggan, kompensasi terbesar dibayarkan ke pelanggan rumah tangga senilai Rp346,92 miliar dengan jumlah 20.401.060 pelanggan. kemudian pelanggan industri Rp229,63 miliar untuk 28.043 pelanggan.

Bisnis Rp214,99 miliar untuk 1.031.975 pelanggan, publik Rp28,43 miliar untuk 118.365 pelanggan, sosial Rp11,69 miliar untuk 389.690 pelanggan, layanan khusus Rp6,43 miliar untuk 17.369 dan pelanggan traksi Rp1,79 miliar untuk 61 pelanggan.

5 dari 6 halaman

Sampai Wapres Kepanasan di Rumahnya

kepanasan di rumahnya rev1

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), menyesalkan kejadian listrik padam pada Minggu (4/8) kemarin. Dia mengatakan, kejadian beberapa hari lalu jadi pembelajaran bahwa penerangan dan aliran listrik sangat dibutuhkan untuk kehidupan.

"Ya pertama semua kita merasa menyesalkan kejadian itu karena kita kemudian kita sadar, tiba-tiba merasa kesepian, jadi begitu listrik itu penting bagi kita, bukan hanya sebagai penerangan atau apapun, kita kesepian di rumah, tiba-tiba panas tidak ada AC, kita mau cari tahu bagaimana," kata JK di Kantornya.

Dia menceritakan, saat itu sedang berada di kediaman pribadinya, Jalan Brawijaya IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. JK pun merasa kelimpungan untuk mencari informasi dengan menghubungi para menteri pun sulit.

6 dari 6 halaman

Pendapatan Ritel Naik 2 Kali Lipat

naik 2 kali lipat rev1

Kondisi listrik padam massal di wilayah Jabotabek dan sebagian Jawa pada Minggu (4/8) lalu rupanya malah memberikan keuntungan bagi pengusaha eceran (ritel) di pusat perbelanjaan (mall). Hasilnya, secara pendapatan meningkat hingga dua kali lipat.

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyatakan, jumlah pengunjung mal pada Minggu kemarin melonjak drastis dari rata-rata harian guna memanfaatkan aliran listrik yang tersedia di sana.

"Dampak lainnya, mal-nya jadi penuh. Semua ngadem ke sini. Ujung-ujungnya sales jadi bagus. Income untuk ritelnya bagus," ujar Ketua Umum DPP APPBI Stefanus Ridwan.

Oleh karenanya, Ridwan pun memperkirakan, pemasukan bagi pengusaha ritel bisa naik sampai 100 persen. "Beberapa mal bisa naik 50-100 persen. Biasanya sepi bisa jadi wah padet banget," sambungnya.

[bim]

Baca juga:
PLN Kehilangan Rp90 Miliar Potensi Pendapatan Akibat Listrik Padam 9 Jam
Catatan Dahlan Iskan: Kemana 'Kopassus'nya PLN Saat Listrik Padam
Plt Dirut PLN: Kemarin itu Bagian dari Musibah
Listrik Padam, Polri Telusuri Dugaan Adanya Sabotase
IAGI Apresiasi Langkah PLN Atasi Pemadaman Listrik
Komisi VI DPR Didesak Gelar Rapat Bahas Direksi Baru PLN

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini