5 Fakta Unik Bola Made In Majalengka, Tampil di Piala Dunia Hingga Buatan Narapidana

Kamis, 27 Juni 2019 08:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
5 Fakta Unik Bola Made In Majalengka, Tampil di Piala Dunia Hingga Buatan Narapidana Bola Majalengka di Piala Dunia. ©REUTERS/Stringer

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo saat pertemuannya dengan Presiden Argentina Mauricio Macri memberikan cinderamata berupa sebuah bola. Bola tersebut buatan Majalengka, Provinsi Jawa Barat.

Bola itu buatan PT Triple S yang sudah mendapat lisensi dari FIFA dan diperbolehkan digunakan dalam pertandingan Piala Dunia maupun UEFA.

Usai mendapatkan bola itu, Presiden Mauricio memantulkan bola itu ke karpet lantai lalu mengoper bola itu kepada ajudan dengan tangan.

Sontak para hadirin bersorak meriah melihat aksi Presiden Argentina.

Di balik keistimewaan bola majalengka terdapat sejumlah fakta unik. Berikut merdeka.com akan merangkumnya untuk pembaca.

1 dari 5 halaman

Bola Majalengka Turut Dibuat Oleh Narapidana

turut dibuat oleh narapidana

Di balik stigma negatif terhadap narapidana, ada sisi positif yang mereka lakukan. Salah satunya memproduksi bola yang kemudian berhasil diekspor ke sejumlah negara di Eropa.

Direktorat Bina Narapidana dan Pelayanan Tahanan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Tuti Nurhayati mengatakan, sudah banyak produk hasil karya narapidana yang diekspor keluar negeri. Salah satunya bola.

Menurut Tuti, lapas yang telah memproduksi bola sejak 1990-an antara lain Lapas Cirebon dan Majalengka.

"Lapas Cirebon, Majalengka. Modal awal dari perusahaan, bahan dan peralatan segala perusahaan. Dikerjakan di lapas oleh warga binaan. Mereka dilatih dulu, diberikan pekerjaan itu sampai jadi," tutupnya.

2 dari 5 halaman

Bola Majalengka Pertama Dipakai di Piala Dunia 1998

pertama dipakai di piala dunia 1998

Buah tangan Presiden Jokowi pada Mauricio Macri adalah sebuah bola buatan PT Triple S.

Bola buatan PT Triple S sudah mendapat lisensi dari FIFA dan diperbolehkan digunakan dalam pertandingan Piala Dunia maupun UEFA.

Bola made in Indonesia itu pertama kali digunakan dalam Piala Dunia pada 1998 di Prancis.

3 dari 5 halaman

Tak Hanya Piala Dunia, Bola Majalengka Juga Dipakai di Liga Dunia

piala dunia bola majalengka juga dipakai di liga dunia

Direktur PT Sinjaraga Santika Sport, Irwan Suryanto, mengatakan bola buatan Indonesia dipakai di ajang-ajang Internasional selain piala dunia. Saat ini bola buatan Indonesia masih dipakai di Liga Amerika (Major League Soocer/MLS) serta di ajang Copa America.

"Brasil pernah diminta untuk memproduksi hampir mencapai 1 juta bola pada tiga tahun lalu. Bola tersebut dipakai untuk liga Brasil," katanya.

4 dari 5 halaman

100.000 Bola Majalengka Dipakai di Piala Dunia Jepang dan Korea

majalengka dipakai di piala dunia jepang dan korea

Bukan rahasia lagi jika bola buatan Indonesia pernah menjadi bagian dalam ajang piala dunia 1998 di Perancis serta Piala Dunia 2002 di Korea dan Jepang.

"Dulu itu (Piala Dunia Jepang). Kita dipakai karena kita bekerja sama dengan pemegang license yaitu Adidas. Dulu hampir 100.000 bola yang dipakai dari kita," ujar Direktur PT Sinjaraga Santika Sport Irwan Suryanto kepada merdeka.com.

5 dari 5 halaman

Bola Majalengka Berhasil Lolos Uji Seleksi Ketat

berhasil lolos uji seleksi ketat

Direktur PT Sinjaraga Santika Sport, Irwan Suryanto, mengatakan sebelum mendapatkan sertifikat dari FIFA, bola buatan Indonesia harus diuji di Merchandise Testing Lab dan Instituto Italiano Sicurezza Dei Giocattoli untuk mendapatkan sertifikasi tersebut. Irwan menegaskan perusahaannya merupakan satu-satunya pemilik sertifikasi bola sepak dari FIFA di Indonesia.

"Kita terbesar di Indonesia, terbaik dan kita punya sertifikat. Standard kita FIFA."

[bim]

Baca juga:
Langkah RI Jalin Perjanjian Dagang Internasional Dinilai Tepat untuk Genjot Ekspor
Meski Surplus, Neraca Perdagangan di Mei Belum Optimal
Impor Bawang Putih Saat Ramadan 2019 Melonjak Capai 69,8 Persen, Terbesar dari China
Menko Darmin Soal Neraca Perdagangan Mei Surplus: Perkembangan yang Baik
Neraca Perdagangan Mei 2019 Surplus USD 0,21 Miliar
Turun 5,62 Persen, Impor Mei 2019 Tercatat BPS Capai USD 14,53 Miliar
BPS Catat Ekspor Mei 2019 Naik Menjadi Rp14,74 miliar, Terdorong Kinerja Migas

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini