5 Fakta Seputar Avtur Pertamina, Dituduh Penyebab Tiket Pesawat Mahal

Jumat, 12 Juli 2019 07:00 Reporter : Merdeka
5 Fakta Seputar Avtur Pertamina, Dituduh Penyebab Tiket Pesawat Mahal pengisian bahan bakar avtur tiket pesawat. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemerintah baru saja mengeluarkan kebijakan diskon tiket pesawat dengan memberikan sejumlah insentif pada maskapai penerbangan. Tingginya tiket pesawat disebut disebabkan sejumlah komponen pembentuk harga yang bergejolak.

Salah satu tuduhan penyebab kenaikan harga dialamatkan pada bahan bakar jet atau Avtur milik Pertamina. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, dari 35 persen ongkos pesawat tersebut masuk dalam hitungan bahan bakar maskapai penerbangan tersebut.

Untuk menurunkan harga tiket pesawat, akhirnya pemerintah meminta Pertamina untuk menurunkan harga avtur.

Pihak Pertamina pun meluruskan bahwa harga Avtur sudah turun, terutama di Bandara Soekarno Hatta. Harga avtur di bandara tersebut juga lebih murah dibandingkan penjual Avtur di negara tetangga.

Saat ini, pihak Pertamina sedang membuat strategi untuk menambah produksi Avtur di Indonesia. Impor Avtur juga diturunkan drastis agar harga bisa lebih murah.

Berikut rangkuman sejumlah fakta mengenai Avtur milik Pertamina dalam proses pembentuk harga tiket pesawat. Beberapa diantaranya dikutip dari laporan resmi perseroan.

Reporter: Tommy Kurnia
Sumber: Liputan6

1 dari 5 halaman

Harga Avtur Paling Murah

Harga Avtur Pertamina merupakan yang termurah jika dibandingkan dengan Shell Kuala Lumpur, Shell Hong Kong dan Shell Singapura.

Berikut perbandingannya:

1. Shell Narita Tokyo: Rp 15.879

2. Shell Manila: Rp 13.233

3. Shell Singapura: Rp 11.767

4. Shell Hong Kong: Rp 10.953

5 Pertamina UPG: Rp 10.257

6. Pertamina KNO: Rp 9.960

7. Shell Kuala Lumpur: Rp 9.813

8. Pertamina DPS: Rp 9.662

9. Shell Bangkok: Rp 9.568

10. Pertamina SUB: Rp 9.474

11. Pertamina CGK: Rp 8.515

2 dari 5 halaman

Impor Menurun

Pada Januari 2019, impor Avtur Indonesia sempat melonjak hingga 1.375 MB. Namun jumlahnya sudah turun 100 persen.

Pada Februari 2019, impor Avtur turun menjadi 655 MB, kemudian pada Maret turun lagi menjadi 514 MB. Impor April dan Mei pun sudah tidak ada sama sekali, alias nol.

3 dari 5 halaman

Meningkatkan Produksi Avtur

Pertamina menargetkan naiknya komponen produksi Avtur hingga 510 MB. Mulai 1 April 2019, Pertamina mengoptimalkan tiga Refinery Unit (RU), yakni RU 2, RU 4, dan RU 6 agar menambah produksi Avtur.

Produk Avtur saat ini adalah 2.300 MB. Potensi penambahan 510 MB itu berasal dari optimalisasi RU 2, RU 4, dan RU 6.

4 dari 5 halaman

Avtur Jadi Kambing Hitam

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, masih mahalnya harga tiket pesawat bukan hanya disebabkan harga avtur. Menurutnya, ada kemungkinan lain perihal harga tiket pesawat yang kini masih tinggi di lapangan.

"Saya kira persoalan tiket bukan soal avtur. Itu hanya dikambinghitamkan. Toh kemarin sudah diturunkan kan tiket pesawat di Soeta lebih murah dibanding Singapura 26 persen. Toh tiket tidak turun juga. Jadi bukan karena avtur. Jadi mau semurah apa lagi?" ucapnya.

Mantan ketua DPR RI Marzuki Alie juga menyesalkan pihak maskapai yang pernah menjadikan avtur sebagai kambing hitam terkait tingginya harga tiket. Padahal, inefisiensi dalam tubuh perusahaan penerbangan tidak hanya terjadi pada sisi biaya operasional namun juga dari sisi biaya investasi.

5 dari 5 halaman

Proporsi Avtur dalam Pembentukan Harga Kecil

Pengamat Energi UGM, Fahmy Radhi, meragukan avtur jadi penyebab utama harga tiket pesawat mahal. Sebab, menurutnya, porsi avtur dalam pembentukan harga tiket pesawat kecil.

"Cuman saya tidak yakin bahwa mahalnya harga avtur menjadi penyebab utama mahalnya harga tiket pesawat. Sebab, proporsi avtur dalam pembentukan harga tidak terlalu dominan, kurang dari 10 persen," imbuhnya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini