5 Fakta Mengejutkan Terbaru Soal Pengangguran di Indonesia

Jumat, 12 April 2019 07:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
5 Fakta Mengejutkan Terbaru Soal Pengangguran di Indonesia Ilustrasi pengangguran. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Masalah pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk diselesaikan. Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menegaskan bahwa persoalan pengangguran di Indonesia bukan disebabkan minimnya ketersediaan lapangan kerja, melainkan dipicu oleh ketimpangan 'skill' atau keterampilan calon tenaga kerja.

Menurut Menteri Hanif, penciptaan lapangan kerja di era Presiden Joko Widodo saat ini justru telah melampaui target yang ditetapkan mencapai 10 juta lapangan kerja selama lima tahun pemerintahan.

Menteri Hanif menjelaskan saat ini jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 131 juta orang, di mana 58 persen di antaranya adalah lulusan SD dan SMP. Selain dominasi lulusan SD dan SMP, problem miss match atau lapangan kerja yang tak sesuai dengan latar belakang pendidikan mencapai 50 persen.

"Kalau ada 10 orang (angkatan kerja), 6 orang merupakan lulusan SD-SMP dan 2 orang yang 'miss match'. Artinya hanya 2 orang yang memang punya pendidikan baik dan skill yang baik sesuai kebutuhan pasar kerja," kata dia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2018, tecatat jumlah pengangguran penduduk usia 15 tahun ke atas mencapai 70 juta lebih. Di mana tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi didominasi oleh lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) sebesar 11,24 persen.

Kemudian ditinjau berdasarkan provinsi, Jawa Barat merupakan daerah dengan TPT tertinggi kedua di Indonesia dengan jumlah 8,17 persen. Sedangkan Banten masih menempati urutan pertama TPT tertinggi dengan jumlah 8,52 persen dari total pengangguran nasional.

Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah fakta terbaru mengenai pengangguran di Indonesia.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini