5 Fakta Menarik Mudik Lebaran 2019 dalam Angka

Sabtu, 15 Juni 2019 07:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
5 Fakta Menarik Mudik Lebaran 2019 dalam Angka Kepadatan arus balik Lebaran 2019 di Tol Cipali. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Lebaran 2019 baru saja lewat. Pada Lebaran kali ini terdapat sejumlah fakta menarik di dalamnya.

Seperti, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) mencatat, hingga pukul 10.36 WIB telah ada sebanyak 951 Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS di 13 Instansi yang kedapatan tak masuk tanpa keterangan alias bolos pada hari pertama kerja, Senin (10/6).

Sementara itu, Kementerian Perhubungan mencatat kebijakan satu arah atau one way saat mudik Lebaran pun mendatangkan keuntungan bagi para pedagang di jalur pantura.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenhub Sugihardjo mengatakan dari hasil survei yang dilakukan, setidaknya para pedagang tersebut omsetnya naik cukup tinggi.

"Kebijakan one way ini punya dampak sosial ekonomi karena yang tidak lewat jalan tol berpengaruh pada omset para pedagang kuliner yang menurut survei naik 300 persen lebih," kata Sugihardjo.

Selain fakta-fakta di atas, masih terdapat banyak fakta menarik dalam masa mudik Lebaran 2019. Apa saja? Berikut rangkumannya.

1 dari 5 halaman

Tingkat Kecelakaan Turun 75 Persen

Kementerian Perhubungan mencatat tingkat kecelakaan selama masa angkutan Lebaran 2019 turun 75 persen dengan total 563 kejadian dari 2.234 kecelakaan pada H-7 hingga H+7 Lebaran 2018. Dari segi kerugian materi juga mengalami penurunan sebesar 72 persen dari Rp 6,2 miliar pada Lebaran 2018 menjadi Rp 1,7 miliar pada Lebaran 2019.

"Alhamdulillah ada penurunan signifikan berkaitan dengan kecelakaan turun lebih dari 70 persen," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Rinciannya, korban meninggal dunia turun 74 persen dari 528 jiwa pada Lebaran 2018 menjadi 137 jiwa pada Lebaran 2019. Korban luka berat turun 78 persen dari 493 orang menjadi 106 orang dan korban luka ringan turun 77 persen dari 2.947 persen menjadi 684 persen.

2 dari 5 halaman

Angkut 511.413, Peserta Mudik Gratis Naik 68,54 Persen

Program mudik gratis angkutan Lebaran 2019 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jumlah penumpang yang diangkut sebesar 511.413 penumpang atau naik 68,54 persen jika dibandingkan Program Mudik Gratis Tahun 2018 yang mengangkut sebanyak 303.429 penumpang, mulai dari bus, kereta api, kapal penyeberangan, kapal laut dan pesawat.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan, Sugihardjo, mengatakan ada penurunan jumlah pemudik dengan sepeda motor sebesar 2,75 persen turun berkontribusi pada penurunan angka kecelakaan. "Kondisi ini berdampak positif pada menurunnya angka kecelakaan," ujarnya.

3 dari 5 halaman

Turun 1,3 Juta, Penurunan Pemudik Pesawat Terbesar

Pada H-7 hingga H+7, secara keseluruhan jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum mengalami penurunan. Penurunan pengguna angkutan umum ini, ditegaskan Menhub Budi, bukan karena pelayanan angkutan umum yang turun. Hanya saja masyarakat lebih tertarik mencoba jalan tol Trans Jawa yang sudah tersambung.

"Kalau dilihat apa yang terjadi ada kecenderungan penggunaan angkutan individu yang masif. Maka kita ke depan lebih relevan bagaimana memikirkan peningkatan angkutan massal, seperti bus, kereta api dan sebaginya," kata Menhub Budi.

Dari data hingga H+7, tercatat pemudik pengguna angkutan umum turun 2,42 persen, di mana dari tahun lalu 18,7 juta menjadi 18,4 juta. Sebenarnya, jika dilihat antar moda, hanya pemudik pengguna pesawat yang turun signifikan mencapai 27,37 persen atau turun 1,3 juta.

4 dari 5 halaman

Harga Tiket Pesawat Turun Hingga 16 Persen

Kementerian Perhubungan telah menutup Posko Mudik Lebaran 2019. Salah satu hasil evaluasinya, untuk angkutan udara, harga tiket pesawat mengalami penurunan jika dibandingkan tahun lalu. Harga tiket tertinggi selama H-7 hingga H+7 turun rata-rata 14-16 persen.

"Kami evaluasi khusus untuk tarif periode Lebaran H-7 sampai H+7 dibandingkan tahun lalu justru mengalami penurunan. Karena efektif setelah ada penurunan Tarif Batas Atas maka tarif tertinggi saat periode Lebaran turun," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenhub, Sugihardjo.

Hanya saja, untuk harga tiket terendah dengan pembelian sebelum PM106 diberlakukan, selama periode mudik Lebaran 2019, harga tiket pesawat terendah mengalami peningkatan 16-79,5 persen.

5 dari 5 halaman

Klaim Asuransi Turun 80 Persen

Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Budi Rahardjo Slamet mengatakan pencairan klaim kecelakaan lalu lintas pada mudik dan arus balik Lebaran turun hingga 80 persen dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut, memperlihatkan penurunan drastis angka kecelakaan lalu lintas darat.

"Iya. Turun 80 persen. Yang meninggal ada, cuma mau kita serahkan mereka belum siap karena suasana lebaran," kata dia.

Menurut dia, ada sejumlah faktor yang menyebabkan turunnya jumlah klaim asuransi. Kondisi infrastruktur yang makin baik adalah salah satunya. "Banyak dampak, salah satunya infrastruktur semakin baik, kemudian ketaatan masyarakat mematuhi aturan, ketentuan rambu, arahan petugas juga dipatuhi. Ini berdampak," urai dia.

  [bim]

Baca juga:
Lebaran 2019, Kemenhub Catat Tingkat Kecelakaan Turun 75 Persen
Hingga Hari Ini, KPK Terima 167 Laporan Gratifikasi Idulfitri
Ada One Way saat Mudik 2019, Omzet Pedagang Pantura Naik 300 Persen
Lebaran 2019, Jumlah Pengunjung Mal Naik 10 Persen
Selama Lebaran 2019, Bandara I Gusti Ngurah Rai Layani 1,09 Juta Penumpang
Libur Lebaran 2019, Penyediaan Uang Tunai BRI Turun Menjadi Rp48 Triliun
Kemenhub Catat Pemudik Angkutan Umum Lebaran 2019 Turun, Terbesar dari Pesawat

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini