5 Fakta di balik rencana pemerintah potong gaji PNS untuk zakat

Kamis, 8 Februari 2018 06:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Sosialisasi zakat kepada pengunjung Car Free Day. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, potensi zakat Indonesia sangat besar, termasuk dari gaji Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemerintah saat ini tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur zakat atas gaji pokok ASN.

"Kita sedang siapkan Perpres agar semua ASN di seluruh kementerian dan lembaga bisa dipungut zakatnya dari gaji pokok yang diterima," katanya seperti dilansir dari situs resmi Kementerian Agama.

Menurut Menteri Lukman, pihaknya juga sedang memikirkan agar tidak hanya gaji pokok yang dipungut zakat, tapi juga tunjangan lainnya. Namun, kebijakan ini tidak wajib dan bersifat sukarela, sehingga ASN diperbolehkan untuk menolak.

"Ini sedang dikaji agar potensi zakat yang besar itu bisa mewujud," tutupnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menuturkan banyak orang Indonesia tidak membayar zakat. Dengan begitu yang mesti diperhatikan adalah cara meningkatkan jumlah pembayar zakat atau muzaki.

"Dalam banyak angka statistik, satu persen orang Indonesia menguasai aset nasional dan banyak yang tidak bayar zakat. Bagaimana cara meningkatkan jumlah pembayar zakat, bukan hanya dengan membacakan ayat," ujar Wapres JK.

Potensi zakat di Indonesia mencapai Rp 200 triliun per tahun. Namun, data BAZNAS tentang penghimpunan zakat tahun 2017 baru Rp 7 triliun. Angka ini sudah naik signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Atas rencana tersebut, merdeka.com kali ini akan merangkum 5 fakta di baliknya. Selamat membaca.

Topik berita Terkait:
  1. Gaji PNS
  2. Ekonomi Indonesia
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini