5 Fakta di balik 'kaburnya' Ford dari Indonesia

Rabu, 27 Januari 2016 06:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
5 Fakta di balik 'kaburnya' Ford dari Indonesia Ford gulung tikar. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Ford Motor Indonesia telah menyatakan akan menutup operasionalnya di Indonesia. Penutupan bisnis Ford rencananya akan dilakukan pada semester kedua tahun ini.

"Hal ini termasuk menutup dealership Ford dan menghentikan penjualan dan impor resmi semua kendaraan Ford," ujar Managing Director Ford Motor Indonesia, Bagus Susanto, dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari laman resminya, Jakarta, Senin (25/1).

Bagus mengatakan konsumen Ford di Indonesia diminta tidak khawatir mengenai layanan purnajual seperti perawatan dan garansi. "Kami akan menghubungi Anda lagi sebelum proses pergantian untuk memberitahukan mengenai pengaturan yang baru," tuturnya.

Langkah Ford ini mengikuti jejak General Motors yang lebih dulu angkat kaki dari Indonesia. GM memutuskan untuk menghentikan operasional di Indonesia pada tahun lalu. Perginya GM menyebabkan 500 pegawai kehilangan pekerjaannya.

Keputusan Ford cabut dari Indonesia meninggalkan sejumlah fakta di baliknya, apa saja? Berikut merdeka.com akan merangkumnya untuk pembaca.

1 dari 5 halaman

Layanan purnajual buruk

Pabrik Ford F150. ©Reuters/Dave Kaup

Seorang konsumen Ford di Indonesia, Steven Suhaili, menduga tutupnya Ford di Indonesia lantaran manajemen tidak konsisten dengan layanan purnajualnya. Sebab, selama memiliki Ford Fiesta S, Steven mengaku kewalahan terutama saat mobilnya mengalami kerusakan. Konsumen Ford harus inden lama untuk mendapatkan pengganti suku cadang yang rusak.

"Pengadaan suku cadangnya lemah, sehingga konsumen kesulitan mencari suku cadang. Kalaupun ada harus menunggu lama," keluh dia.

Ayah satu anak ini mengaku cukup hopeless terhadap Ford Indonesia. Karena ketahanan mobil ini di Indonesia kurang sekali, sehingga sering mengalami kendala di jalan. Mungkin karena saat pengembangannya bukan untuk pasar Indonesia. "Sebenarnya mobilnya sih enak dan kaya fitur," ucap Steven.

2 dari 5 halaman

Pasar Indonesia tidak menguntungkan

Ford. © kwch.com

Hengkangnya Ford Indonesia diduga akibat buruknya volume penjualan sepanjang 2015. Meski belum ada total data penjualan tahun lalu, pada periode Januari-Juli 2015 penjualan Ford Indonesia tercatat hanya 2.759 unit, turun 52% dari periode sama 2014. Ford Ecosport menyumbang penjualan 1.558 unit, Ranger 690 unit, dan New Fiesta 442 unit.

3 dari 5 halaman

Ford tak punya pengaruh pada perekonomian Indonesia

Pabrik Ford F150. ©Reuters/Dave Kaup

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mengetahui kabar penutupan operasi bisnis PT Ford Motor Indonesia. Mundurnya Ford dinilai tak membuat pasar otomotif Indonesia menurun.

Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan saat ini Ford hanya berbisnis kendaraan saja. Bahkan, pabrikan asal Amerika Serikat ini tak memiliki fasilitas industri di tanah air.

"FMI sampai saat ini belum mempunyai fasilitas industri di Indonesia, mereka cuma berdagang mobil. Tidak ada pengaruh (terhadap industri otomotif), karena FMI belum punya industri di sini," ujar Putu.

4 dari 5 halaman

Ford tak mampu bersaing dengan kompetitornya

Pabrik Ford F150. ©Reuters/Dave Kaup

Menteri Perindustrian Saleh Husin tidak terkejut atas langkah Ford 'cabut' dari Indonesia. Menurutnya, Ford tidak menggarap pasar Indonesia dengan serius sehingga kalah bersaing dengan kompetitornya.

Ketidakseriusan Ford, lanjutnya, terlihat dari pabrikan asal Amerika Serikat tersebut tidak menjadikan Indonesia basis produksinya. "Sudah tentu Ford kalah bersaing karena kompetitornya memproduksi komponen di Indonesia. Para pabrikan itu membangun industri komponen di sini karena mereka bervisi panjang, serius," kata Menperin.

5 dari 5 halaman

Penutupan juga dilakukan di Jepang

Ford. © Ford.com

Dilansir dari Business Insider, penutupan operasi Ford tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di Jepang. Penutupan ini disinyalir karena dua negara ini tidak menguntungkan.

Presiden Ford Regional Asia Pasifik, Dave Schoch, mengatakan pengembangan produk di Jepang akan dialihkan ke lokasi lain. "Sayangnya, pegawai yang berasal dari Jepang dan Indonesia tidak akan lagi bekerja untuk Ford dengan adanya penutupan ini," tulis Schoch pada surel untuk seluruh pegawai di regionalnya.

Baca juga:
Pemerintah sudah prediksi bisnis Ford bakal keok di Indonesia
Kemenperin tak pusingkan Ford angkat kaki dari Indonesia
Pasar Ford 'nge-drop' di Asia Pasifik
Versi konsumen, inilah penyebab Ford Indonesia tutup
Rontoknya bisnis perusahaan mobil asal Amerika di Indonesia
Ford tutup semua operasi di Indonesia

[bim]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini