5 Fakta di Balik Harga BBM Turun Jelang 2019

Kamis, 13 Desember 2018 06:00 Reporter : Merdeka
5 Fakta di Balik Harga BBM Turun Jelang 2019 Harga BBM turun. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Harga minyak dunia terus turun hingga sempat menyentuh level USD 57 per barel. Atas kondisi tersebut, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memanggil badan usaha penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) agar harga BBM turun bisa segera dilakukan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengatakan, penurunan harga minyak dunia merupakan hal baik untuk kegiatan hilir. Atas kondisi penurunan harga minyak tersebut, seharunya harga BBM non subsidi ikut menyesuaikannya.

"Kalau harga minyak turun, harus turun dong," kata Djoko.

Djoko akan memanggil badan usaha yang melakukan kegiatan penjualan BBM non subsidi, untuk meminta menyesuaikan harga dengan penurunan harga minyak dunia. "Ya nanti semua perusahaan yang jual BBM non subsidi, kita mau panggil untuk nurunin harganya," tuturnya.

Pemerintah sempat berjanji mulai minggu ini akan ada penurunan harga BBM di SPBU baik milik Pertamina atau asing. Berikut sejumlah fakta di balik harga BBM turun tersebut.

1 dari 5 halaman

Penurunan Harga Dimulai Awal Desember

Dirjen Migas Djoko Siswanto. ©2018 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memanggil badan usaha penjual Bahan Bakar Minyak (BBM), untuk membahas peluang harga BBM turun menyesuaikan dengan kondisi harga minyak dunia. Mulai awal Desember akan ada badan usaha yang menurunkan harga BBM non subsidi, menyesuaikan dengan kondisi harga minyak dunia yang terus anjlok di bawah USD 60 per barel.

"Komitmen menurunkan harga mulai pekan depan paling lambat Januari," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Djoko Siswanto.

2 dari 5 halaman

Seluruh Operator SPBU Telah Setuju Turunkan Harga

Dirjen Migas Djoko Siswanto. ©2018 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, mengungkapkan Kementerian ESDM telah mendapat komitmen penurunan harga BBM non subsidi, setelah memanggil badan usaha penjual BBM non subsidi yaitu PT Pertamina (Persero), AKR Corporindo, Shell Indonesia, Total Oil Indonesia, Vivo dan Garuda Mas. Namun, penurunan harga tidak bisa langsung dilakukan, karena menunggu stok minyak yang dibeli sebelum harga turun. Dia pun belum bisa menyebutkan jadwal penurunan harganya.

"Saya sudah memanggil Pertamina, AKR, Shell, Total, Vivo, Garuda Mas. Kalau kapan tanya mereka masing-masing," tuturnya.

3 dari 5 halaman

Harga BBM Pertamina Turun Paling Lambat Januari

Antrean kendaraan di SPBU Abdul Muis. ©2018 Liputan6.com/JohanTallo

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, PT Pertamina (Persero) paling lambat menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi pada Januari 2019.

Direktur Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, mengatakan Pertamina sudah berkomitmen untuk menurunkan harga BBM non subsidi mengikuti penurunan harga minyak dunia yang terjadi belakangan ini. Paling lambat penurunan harga BBM non subsidi dilakukan Januari.

"Janjinya gitu. Ya janjinya Januari lah," kata Djoko.

4 dari 5 halaman

Premium Hingga Pertamax Turun Saat Persediaan Stok Harga Lama Habis

Antrean kendaraan di SPBU Abdul Muis. ©2018 Liputan6.com/JohanTallo

Direktur Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, mengatakan Pertamina tidak langsung menurunkan harga BBM non subsidi, sebab harus menghabiskan stok yang dibeli sebelum harga minyak mengalami penurunan. "Kan stok minyaknya banyak gitu loh," tuturnya.

PT Pertamina (Persero) paling lambat menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi pada Januari 2019.

5 dari 5 halaman

Tak Turunkan Harga, Pertamina Bakal Diganjar Sanksi

Antrean kendaraan di SPBU Abdul Muis. ©2018 Liputan6.com/JohanTallo

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, PT Pertamina (Persero) paling lambat menurunkan harga Bahan Bakar Minyak ( BBM) non subsidi pada Januari 2019. Jika tidak, instansi tersebut akan memanggil, sebelum menjatuhkan sanksi.

Direktur Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto menegaskan, jika Pertamina tidak melakukan penurunan harga BBM non subsidi sampai Januari 2018, Kementerian ESDM akan memanggil perusahaan energi pelat merah tersebut. Kemudian jika tidak ada perubahan siap dijatuhkan sanksi. "Kita panggil lagi, nanti kan kita berdasarkan objektif kan, kita kan punya formula tuh, formula harga," tandasnya.

  [bim]

Baca juga:
Januari, Pertamina Turunkan Harga Premium Hingga Pertamax
ESDM: Harga BBM Turun Mulai Pekan Depan
Pertamina butuh Rp 800 miliar wujudkan BBM satu harga
Pemerintah resmi tak ubah harga BBM periode Oktober 2016
Harga minyak rendah, BPK nilai Pertamina harus turunkan harga BBM
Ini kata Pertamina soal harga BBM turun bulan depan
ESDM beri sinyal harga Premium turun dan Solar naik di awal Oktober

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini