5 Dampak mengejutkan hadirnya belanja online, termasuk PHK massal

Selasa, 18 Juli 2017 07:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
5 Dampak mengejutkan hadirnya belanja online, termasuk PHK massal belanja online. shutterstock

Merdeka.com - Perusahaan konsultan Mckinsey & Co memprediksikan,pasar e-commerce Indonesia akan menjadi yang terbesar di dunia. Saat ini, Indonesia berada di posisi ke enam sebagai negara dengan pasar terbesar di dunia, dengan memiliki USD 2 miliar pasar e-commerce.

Menariknya, perkembangan cepat bisnis online di Indonesia ternyata tidak didukung oleh penetrasi penggunaan internet di Indonesia, yang ternyata hanya berjumlah 38 persen dari total penduduk.

Diperkirakan, akan ada sekitar 90 juta WNI bakal masuk ke orang yang berperilaku konsumtif pada tahun 2030. Selain itu, diperkirakan tahun 2030 nanti, 71 persen penduduk Indonesia akan tinggal di daerah perkotaan, dengan demikian nantinya peluang bisnis online akan menjadi terbuka lebar.

"Kami telah melihat peningkatan tajam dalam pengunjung online sejak kami menetapkan diri di Indonesia," kata Managing Director Lamudi Indonesia, Mart Polman sebuah portal properti global dalam keterangannya kepada merdeka.com di Jakarta, Kamis (13/10).

Mart juga mengatakan, dengan semakin banyaknya penduduk Indonesia yang memiliki akses internet, akan membuat pasar real estate bergeser sepenuhnya ke online. "Nantinya akan pencarian properti akan banyak dilakukan melalui online," ujar Mart.

Pasar bisnis online di Indonesia tumbuh berkembang dengan cepat, sehingga membuat pemain harus bisa beradaptasi dengan perubahan tren. Contohnya seperti Go-Jek, yang awalnya bermula dari layanan aplikasi untuk memanggil ojek, kini berkembang menjadi layanan untuk memesan tiket bioskop hingga urusan kecantikan.

Hadirnya bisnis online di Tanah Air ternyata juga memberi dampak negatif. Berikut dampak buruk hadirnya belanja online di Indonesia:

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini