5 Alat pembayaran teraneh di dunia, dari keju hingga air kencing

Rabu, 11 Mei 2016 07:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
5 Alat pembayaran teraneh di dunia, dari keju hingga air kencing rupiah. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Seyogyanya kegiatan transaksi jual-beli dalam kehidupan sehari-hari menggunakan alat pembayaran yang sah, yakni uang. Namun tidak untuk di daerah Probolinggo, Jawa Timur.

Sekitar 600 kepala keluarga yang berada di empat desa daerah Probolinggo setiap bulan membayar tagihan listrik hanya dengan singkong atau pisang, bebek, ayam dan hasil pertanian lainnya.

Transaksi unik ini sudah berlangsung sejak 2011, ketika pertama kali warga di Desa Andung Biru, Desa Tiril, Desa Sumber Duren, dan Desa Roto menikmati listrik di rumah mereka masing-masing. Aliran listrik ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) kapasitas 40 kiloWatt (kW) yang merupakan pembangkit bantuan dari PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN).

"Sekitar 1990, desa-desa di sini ketika malam hari gelap gulita, tak ada listrik. Saya bersama warga yang lain berinisiatif membangun PLTMH sendiri, tapi kapasitasnya masih sangat kecil, hanya 16 kW dan hanya mampu melistriki beberapa puluh rumah saja," ujar M. Rosid, warga Desa Andung Biru dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Keanehan ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Dilansir dari The Richest, ada sejumlah negara yang menerapkan alat pembayaran aneh. Mulai dari air kencing hingga tutup botol.

Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah alat pembayaran aneh tersebut.

2 dari 6 halaman

Air kencing

rev2Ilustrasi urine. ©Shutterstock.com/Alexander Raths

Kebanyakan penjara di dunia mewajibkan tahanannya melakukan sejumlah uji kesehatan. Salah satunya pengujian penggunaan obat terlarang atau narkotika.

Pengujian narkotika dalam tubuh kebanyakan dilakukan dengan mengetes air seni atau kencing para tahanan. Maka dari itu, air kencing yang 'bersih' menjadi komoditas mahal di dalam penjara. Sebab, jika para tahanan kedapatan memakai narkotika di dalam penjara, hukumannya akan semakin diperberat.

Oleh karenanya, para tahanan kerap menggunakan air kencing ini sebagai alat pembayaran untuk barang atau jasa yang mereka inginkan.

3 dari 6 halaman

Keju

5 alat pembayaran teraneh di dunia, dari keju hingga air kencingilustrasi keju. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Maxim Golubchikov

Anda tentu tengah mengerutkan kening saat keju bisa dijadikan alat pembayaran. Kenyataannya sejumlah bank di Italia melakukannya.

Penggunaan keju jenis Parmigiano Reggiano dalam transaksi perbankan di Italia sudah dilakukan selama ratusan tahun. Keju dijadikan jaminan para pembuat keju untuk mendapat pinjaman modal.

Pinjaman itu biasanya bertenor dua tahun. Di mana masa itu yang dibutuhkan untuk keju berproses menjadi sempurna.

4 dari 6 halaman

Kartu isi ulang pulsa

ulang pulsa rev2Ilustrasi menggunakan telepon genggam. ©digitaltrends.com

Afrika ialah benua di mana banyak ditemukan mata uang aneh di sana. Salah satunya di negara Kongo.

Masyarakat Kongo banyak menggunakan kartu voucher isi ulang pulsa untuk alat pembayaran dalam bertransaksi. Hal ini disebabkan begitu banyaknya telpon genggam di negara tersebut sehingga membuat nilai benda itu rendah.

Bahkan, kartu isi ulang ini banyak dijadikan alat suap untuk pejabat pemerintahan di negara tersebut.

5 dari 6 halaman

Batu besar

rev2Ilustrasi batu. istimewa ©2013 Merdeka.com

Mikronesia, negara kepulauan di Samudra Pasifik, sebetulnya menggunakan Dolar Amerika Serikat sebagai mata uangnya. Namun, sejumlah penduduk di negara ini, masih menerima batu sebagai alat pembayaran.

Penggunaan batu sebagai mata uang masih digunakan oleh penduduk lokal Pulau Yap. Nilai dari batu tersebut tergantung dari seberapa besar ukurannya. Semakin besar maka makin mahal.

Mikronesia adalah sebuah negara kepulauan berdaulat di Samudra Pasifik yang yang terdiri dari empat negara bagian dari Barat ke Timur, yaitu Yap, Chuuk, Pohnpei dan Kosrae yang tersebar di seluruh Samudera Pasifik Barat. Secara kesatuan, negara terdiri dari sekitar 607 pulau.

6 dari 6 halaman

Tutup botol

rev2rekor buka 8.000 tutup botol. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Di Kamerun, masyarakatnya banyak menggunakan tutup botol bir sebagai alat pembayaran. Tutup botol biasanya digunakan untuk membeli barang kecil atau jasa bernilai murah.

Tutup botol sebagai alat pembayaran bermula dari perusahaan bir setempat yang menawarkan sejumlah hadiah di balik tutup botolnya. Cara ini kerap digunakan untuk menarik konsumen dan memenangkan persaingan pasar.

Hadiah yang ditawarkan pun beragam. Mulai dari bir gratis hingga liburan mewah. Maka dari itu, tutup botol bir di negara tersebut memiliki nilai tersendiri. [bim]

Baca juga:
Kejari Jaksel setor Rp 10 miliar dari uang yang disita ke kas negara
Uang asli Rp 80 miliar dimusnahkan di Maluku
Datang mesin cetak baru, Peruri bakal kurangi pekerja
Kurangi cetak uang rusak, Peruri beli mesin canggih dari Amerika
Peruri cetak 9,3 miliar uang kertas sepanjang 2015
BUMN pencetak uang ini raup laba Rp 324 miliar di 2015
Lakukan 5 hal ini 10 tahun jelang pensiun

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini