4 Risiko dari Anggaran Stimulus Rp405,1 Triliun untuk Redam Dampak Corona

Kamis, 9 April 2020 11:53 Reporter : Anggun P. Situmorang
4 Risiko dari Anggaran Stimulus Rp405,1 Triliun untuk Redam Dampak Corona Utang. ©Shutterstock

Merdeka.com - Pemerintah telah memutuskan menambah stimulus menanggulangi dampak negatif penyebaran Virus Corona. Total tambahan anggaran yang disalurkan mencapai Rp405 triliun atau setara 2,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core), Piter Abdullah Redjalam, mengatakan setidaknya ada empat risiko yang harus dihadapi oleh ekonomi Indonesia dengan adanya pemberian stimulus ini. Pertama, risiko dominasi kepemilikan asing pada surat utang pemerintah.

"Dengan melebarnya defisit anggaran tentunya akan mendorong pemerintah untuk menerbitkan surat utang (SUN) sebagai salah satu sumber pembiayaan defisit yang semakin besar. Sayangnya penerbitan SUN masih sangat bergantung pada investor asing. Sekitar 35 sampai 40 persen SUN yang diterbitkan pemerintah dipegang oleh investor asing," ujarnya kepada media, Jakarta, Kamis (9/4).

Angka ini, kata Piter, relatif besar jika dibandingkan dengan negara-negara peer seperti Thailand, Malaysia, ataupun China. Kondisi ini menjadikan struktur pembiayaan anggaran akan sangat rentan terhadap pelarian modal secara tiba-tiba (sudden capital outflow).

"Contoh teranyar bisa dilihat pada bulan Februari dan Maret lalu ketika dana asing keluar sebanyak Rp145 triliun dari surat utang pemerintah. Dampaknya imbal hasil SUN meningkat dan beban biaya penerbitan SUN di masa mendatang menjadi lebih besar," jelasnya.

Risiko kedua adalah pelemahan nilai tukar. Tingginya kepemilikan asing pada surat utang pemerintah juga meningkatkan risiko sudden capital outflow yang akan mendorong pelemahan nilai tukar. Selama Januari sampai dengan akhir Maret rupiah melemah sebesar 17,4 persen.

"Pelemahan ini salah satunya disebabkan oleh aliran modal keluar yang terjadi di pasar keuangan. Jika dibandingkan dengan negara lain, pelemahan nilai tukar Rupiah merupakan salah satu pelemahan mata uang terdalam di dunia," paparnya.

Baca Selanjutnya: Utang Swasta Meningkat...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini