4 Produk Olahan Hasil Bumi Indonesia Tembus Pasar Global

Rabu, 25 September 2019 06:00 Reporter : Siti Nur Azzura
4 Produk Olahan Hasil Bumi Indonesia Tembus Pasar Global Kopi. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Indonesia merupakan negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brasil. Fakta tersebut menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber daya alam hayati yang dimiliki Indonesia.

Kekayaan alam Indonesia ini menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan (green economy). Bahkan, banyak produk olahan hasil bumi Indonesia yang sudah menembus pasar global.

Berikut 4 produk olahan hasil bumi Tanah Air yang menembus pasar dunia.

1 dari 4 halaman

Kopi

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, hingga saat ini kopi jadi salah satu komoditas paling laris di pasar dunia. Bahkan di krisis perang dagang Amerika dengan China saat ini, peluang ekspor komoditas ini makin terbuka lebar.

"Sekarang kami dengar India lagi senang minum kopi. Kemudian waktu kunjungan ke Kolombia, di sana diceritakan kopi Indonesia lebih dari beberapa kali. Itu bisa jadi peluang buat kita masuk ke pasar sana, bahkan perang dagang ini justru menguntungkan," kata Amran.

Seiring dengan produktivitas yang naik, pemerintah juga tengah mencanangkan hilirisasi perkebunan. Ke depannya, Indonesia tidak hanya menjual barang mentah, namun barang jadi.

Hilirisasi, selain meningkatkan nilai jual produk, juga bisa menyerap tenaga kerja dan mensejahterakan petani melalui korporasi petani sehingga nantinya mereka bisa punya saham di industri.

2 dari 4 halaman

Bumbu Masakan

Industri bumbu makanan Indonesia terus menunjukkan tren positif. Hal ini seiring dengan tumbuhnya industri makanan di dalam negeri.

"Peluang untuk di kategori ini sangat besar sekali, apalagi kami melihat respons masyarakat positif terhadap produk ini. Seperti yang kita ketahui bersama saat ini konsumen sangat menghargai kepraktisan dalam segala hal, nah produk ini menawarkan kepraktisan dalam memasak namun tetap memberikan hasil yang tetap konsisten," ungkap General Manajer Marketing PT Sasa Inti, Albert Dinata di Jakarta, Rabu (18/9).

Bahkan pada tahun ini, lanjut dia, industri bumbu makanan khususnya Sasa diprediksi bisa tumbuh hingga 30 persen. "Tahun 2019 ini kami antara 25 persen-30 persen growth dan pencapaian tahun ini masih on track," kata dia.

Selain itu di pasar dalam negeri, kata Albert, bumbu makanan produksi Sasa juga telah diekspor ke sejumlah negara. Kinerja ekspor ini juga diyakini terus tumbuh di tahun-tahun mendatang.

"Sasa sudah mendistribusikan produk-produknya ke beberapa negara, dan kontribusi terbesar adalah negara Africa, Saudi Arabia dan Asia. Kami menargetkan double digit growth," tutur dia.

3 dari 4 halaman

Jamu

PT Harvest Gorontalo Indonesia (HGI), produsen produk Herbal Tetes SoMan memasarkan produknya hingga menembus pasar China, Hongkong, dan 10 negara lainnya.

Presiden Direktur PT Harvest Gorontalo Indonesia, Riyanto yang disaksikan Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito beserta jajarannya, Ketua GP Jamu, beserta delegasi Indonesia lainnya, menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan dua perusahaan internasional di Lanzhou, Gansu, China.

Dua perusahaan tersebut adalah Hangzhou Ingent Import and Export Trade Co. Ltd untuk memasarkan Herbal Tetes SoMan di China dan Vittoria Health Science and Technology Co. Ltd untuk memasarkan Herbal Tetes SoMan di Hongkong.

Melalui kesepakatan Supply and Distribution Agreement dengan dua perusahaan tersebut, PT Harvest Gorontalo Indonesia akan mengekspor Herbal Tetes SoMan ke pasar China dengan nilai kontrak USD 12 juta (sekitar Rp170 miliar, kurs USD = Rp14.200).

4 dari 4 halaman

Makanan Organik

Sembilan perusahaan makanan dan minuman organik Indonesia mulai merambah pasar Inggris dengan berbagai produk organik negeri seperti madu, singkong, kopi beras hingga mi.

Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris, Rizal Sukma mengatakan bahwa masyarakat di Inggris, sebagaimana banyak negara di dunia, memiliki tingkat kesadaran yang makin tinggi untuk beralih ke produk-produk pangan organik.

Menurutnya, pertumbuhan pasar tersebut sejalan dengan pertumbuhan industri makanan organik di Indonesia, sehingga peluang tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan Indonesia di Inggris, selain terus meningkatkan ekspor produk-produk komoditas Indonesia.

CEO Javara Helianti Hilman menyampaikan peningkatan pasar pangan organik penting untuk melindungi kekayaan ragam produk organik dan pengembangan kapasitas dari farmpreneurship petani Indonesia.

"Tantangan untuk memasuki pasar internasional adalah standarisasi, baik di tingkatan negara hingga di tingkat mikro seperti supermarket," ujarnya. [azz]

Baca juga:
Inovasi Anak Bangsa Kembangkan SDM Unggul Dilirik Jepang hingga AS
Intip Drone Pengangkut Manusia Karya Anak Bangsa
Menengok SUV Esemka yang Dituding Mirip Mobil China dan Eropa
Tembus Pasar Ekspor, Industri Bumbu Masakan RI Diprediksi Tumbuh 30 Persen
Kemenperin Dorong Penggunaan Produk Lokal dalam Proyek Pemerintah
Detektor Asap Generasi Terbaru Penuhi Persyaratan Industri 2020

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini