4 Polemik seputar diragukannya data BPS

Rabu, 7 Mei 2014 07:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
BPS. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Data menjadi instrumen penting dalam dunia ekonomi. Kepemilikan data statistik berfungsi untuk mengetahui perkembangan satu masalah.

Kepemilikan data statistik juga bisa menjadi pedoman pengembangan suatu bisnis usaha. Pentingnya informasi data dalam dunia ekonomi bahkan bisa menghancurkan suatu negara.

Contoh, ketidakakuratan data dalam ekonomi membuat kepercayaan penanam modal atau yang lebih dikenal dengan investor hancur. Akibatnya mereka menarik kembali dananya sehingga roda perekonomian tidak memiliki uang untuk bergerak.

Pentingnya data membuat lembaga penyedianya memiliki peran vital. Indonesia memiliki institusi itu yang dikenal dengan badan Pusat Statistik ( BPS ).

Data BPS kerap digunakan pemerintah untuk patokan pembuatan kebijakan. Beberapa contoh di antaranya ialah angka pengangguran, asumsi makro, hingga pertumbuhan sektor pertanian.

Menteri pertanian Suswono , sewaktu menjadi wakil ketua komisi IV DPR periode 2004-2009, sempat mengatakan data-data yang dikeluarkan BPS belum bisa diandalkan untuk menjadi acuan pembuatan keputusan. Menurut dia, data BPS sering berubah-rubah dan perubahan yang terjadi kadang tidak logika.

Suswono mengatakan, karena data BPS tidak akurat sehingga berdampak pada penyusunan data lainnya, antara lain dalam menentukan tingkat kemiskinan di Indonesia yang berhubungan pula dengan upaya penanganan ketahanan pangan.

"Kondisi ini memprihatinkan, padahal data BPS sangat dibutuhkan sebagai acuan," kata Suswono .

Ada peribahasa, 'kesempurnaan hanya milik Tuhan dan kesalahan ada di manusia', BPS juga tidak lepas dari anggapan itu. Sejumlah polemik muncul akibat data BPS dituding tidak akurat.

Berikut merdeka.com mencoba merangkum sejumlah polemik yang menyangkutkan data BPS sebagai sumber masalahnya.

Topik berita Terkait:
  1. Ekonomi Indonesia
  2. BPS
  3. Top List
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini