4 Janji Jokowi di Sektor Ekonomi Jika Kembali Terpilih Jadi Presiden

Rabu, 6 Maret 2019 06:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
4 Janji Jokowi di Sektor Ekonomi Jika Kembali Terpilih Jadi Presiden Jokowi. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo kembali mencalonkan diri sebagai presiden periode 2019-2024. Untuk kembali maju, tentu Jokowi kembali melontarkan sejumlah janji pembangunan.

Seperti diketahui, Jokowi berjanji fokus ke bidang Sumber Daya Manusia (SDM) jika kembali terpilih untuk memimpin Indonesia 5 tahun mendatang. Pada periode pertama, Jokowi memang fokus ke bidang infrastruktur, sehingga mendapat kritikan mengabaikan aspek-aspek SDM.

Jelang pencoblosan, tim Jokowi-Ma'ruf Amin semakin gencar 'menjual' program-program unggulan saat kampanye kepada masyarakat.

Berikut 4 janji Jokowi di sektor ekonomi jika kembali terpilih jadi presiden seperti dirangkum merdeka.com:

1 dari 4 halaman

Bakal Bangun 5 Juta Rumah

Perumahan. ©2017 Merdeka.com

Paslon Nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'aruf Amin memiliki program membangun 5 juta rumah jika terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI di pilpres 17 April mendatang. Program ini merupakan kelanjutan dari program satu juta rumah yang sudah dijalankan saat ini.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'aruf Amin, Arif Budimanta mengatakan, ketersediaan rumah bagi masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menjadi perhatian Paslon nomor urut 01.

"Ini isu yang sangat penting. Masalah mendasar yang harus kita selesaikan," kata dia dalam acara 'Rembuk nasional: Mengukur perlunya Kementerian Perumahan rakyat Kabinet 2019-2024', di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (5/3).

Komitmen untuk menyediakan rumah bagi masyarakat, kata Arif, telah ditunjukkan oleh Joko Widodo. Program satu juta rumah yang dicanangkan Jokowi pada masa jabatannya sebagai presiden adalah bentuk nyata perhatian tersebut.

"Lima tahun yang akan datang, Pemerintah, Pak presiden meneruskan jalan perubahan Indonesia maju. Program satu juta rumah sudah tercapai bahkan lebih," kata dia.

Diketahui, berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) per Desember 2018, tercatat 1.076.856 rumah yang telah dibangun. Dari angka tersebut, 729.876 rumah merupakan rumah MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) dan 346.980 rumah non-MBR.

"Lima tahun yang akan datang 5 juta rumah. Bukan hanya rumah baru tapi semua program yang berkaitan dengan perumahan rakyat. Juga akan dikembangkan perumahan yang dekat dengan tempat kerja. Kalau kita sediakan jauh dari tempat kerja, maka cost akan lebih besar," tandasnya.

2 dari 4 halaman

Bangun 1.000 Balai Latihan Kerja

Jokowi. ©2018 Merdeka.com/Instagram Jokowi

Presiden Joko Widodo ( Jokowi) kembali menegaskan komitmennya soal pengembangan sumber daya manusia di pondok pesantren di Indonesia. Salah satu langkah yang bakal dilakukan, yakni membangun Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas. Tahun ini pemerintah akan membangun 1.000 BLK Komunitas di pondok pesantren.

"Tahun ini kita bangun 1.000 BLK komunitas di pondok pesantren," kata dia, di Pondok Pesantren Mifhatul Huda, Tasikmalaya Jawa Barat, Rabu (27/2)

Kehadiran BLK Komunitas akan memberikan keterampilan khusus kepada para santri. Dengan demikian para santri dapat tampil sebagai agen pengembangan ekonomi kreatif.

"Ada yang IT, dibuat gedung beserta isinya. Kalau mau desain garmen. Di kirim mesin jahit, obras, desainer untuk mengajar agar santri-santri kita juga bisa membangun ekonomi kreatif," jelas dia.

Selain itu, pemerintah akan terus mendorong pembangunan bank wakaf mikro di pondok-pondok pesantren. Hal ini tentu akan sangat membantu masyarakat di sekitar pondok pesantren untuk mengakses permodalan.

"Bank Wakaf mikro. Memang belum semuanya. Tapi didirikan di 44 pondok pesantren. Satu pondok diberikan modal kurang lebih Rp 8 miliar untuk pinjaman di pondok atau di lingkungan (sekitar pondok pesantren)," jelas dia.

"Sudah berjalan 2 tahun. Mau kita evaluasi. Nanti pondok-pondok pesantren yang lain juga akan diberikan bank wakaf mikro," tandasnya.

3 dari 4 halaman

Rumah Murah untuk Generasi Milenial

perumahan. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro

Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menjanjikan fasilitas keuangan untuk perumahan agar generasi milenial dapat memiliki rumah sendiri. Dia mengklaim, telah membangun jutaan unit rumah sejak 2015 lalu.

"Pembangunan perumahan, kurang lebih 13 juta rumah, terutama untuk anak-anak muda, milenial banyak yang belum memiliki rumah, makanya 2015 kita bangun 700 ribu rumah, lalu 2016 sebanyak 700 ribu rumah, 2017 sebanyak 800 ribu rumah, 2018 sejumlah 1 juta rumah yang sudah kita selesaikan," kata Jokowi dalam acara pemaparan visi lima tahun Presiden yang disiarkan oleh SCTV, Minggu (13/1).

Menurut Jokowi, pemerintah menyediakan fasilitas uang muka dan fasilitas bunga yang berbeda untuk perumahan.

"Karena (fasilitas keuangan perumahan) itu disubsidi APBN, sehingga lebih memudahkan keluarga-keluarga muda untuk mendapat perumahan," tambah Presiden.

Prinsipnya adalah infrastruktur yang baik akan membuat kehidupan lebih nyaman, lapangan pekerjaan menjadi banyak dan harga-harga barang lebih murah.

"Saya ingat tahun 1985 saya sering, 2-3 hari sekali saya naik bus dari Solo ke Jakarta, memakan waktu kurang lebih 12-13 jam karena harus lewat jembatan, yang masih sempit, kemudian 'ngantre' baru maju lagi, kemudian jalan belum bagus, sekarang, setelah kita memiliki jalan tol, saya perkirakan Solo-Jakarta atau Jakarta-Solo hanya 6 jam," ungkap Presiden.

4 dari 4 halaman

Kartu Pra Kerja

Jokowi. ©2018 kapanlagi.com

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo memiliki program untuk pengangguran. Program itu dikeluarkan lewat kartu 'sakti' khas Jokowi bernama Kartu Pra Kerja.

"Saya tingkatkan keterampilan untuk pencari kerja dan Korban PHK. Untuk itu saya luncurkan kartu pra kerja," ujar Jokowi dalam pidatonya di konvensi rakyat di Sentul Internasional Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2)

Program Kartu Pra Kerja bakal fokus melatih keterampilan individu dan mempersiapkan untuk menghadapi dunia kerja. Tujuannya untuk menciptakan sumber daya manusia premium yang mampu bersaing dalam dan luar negeri.

Jokowi menargetkan 500 ribu orang ikut program ini pada tahun 2019. Tahun berikutnya ditargetkan menjadi 2 juta orang peserta.

"Akan kita luncurkan untuk program vokasi, re-skilling dan up skilling bagi pekerja, yang berganti pekerjaan," kata mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Selain itu, Jokowi bakal memperkuat program balai latihan kerja. Dia target 3000 balai latihan kerja tercipta pada 2020.

Jokowi juga berjanji memperkuat kualitas perguruan tinggi. Ada Rp 66,1 triliun disiapkan untuk dana abadi pendidikan, serta penelitian dan pengembangan. Target dalam 5 tahun ke depan bakal ditingkatkan mencapai Rp 100 triliun. [idr]

Baca juga:
PKS Sebut Perempuan yang Bilang Jokowi Bakal Hapus Pendidikan Agama Bukan Kader
Pengamat Khawatir Program Kartu Prakerja Jokowi Hanya Janji Manis
Akhawat Habaib dan Dai Nusantara Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf
LSI Denny JA: 67,1% Pemilih Nilai Ekonomi Baik Dukung Jokowi, 23,8% Pilih Prabowo
Fadli Zon Nilai Kartu Prakerja Milik Jokowi Harapan Palsu
LSI Denny JA: Mayoritas Nahdliyin Dukung Jokowi, Warga Muhammadiyah Pilih Prabowo

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini