4 Fakta menarik tentang pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali

Selasa, 9 Oktober 2018 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
4 Fakta menarik tentang pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali Suasana IMF World Bank Annual Meeting 2018. ©Liputan6.com/Angga

Merdeka.com - Indonesia menyelenggarakan pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali sejak 8 Oktober hingga 14 Oktober 2018. Dalam pertemuan itu, dihadiri 22 kepala negara, 189 menteri keuangan, 189 gubernur bank sentral, dan petinggi lembaga internasional. Tentu banyak keuntungan yang didapat setelah pertemuan dilakukan.

Pertemuan ini sudah dikenal oleh negara-negara lain. Lalu apa saja fakta-fakta tentang pertemuan IMF-Bank Dunia?

1 dari 4 halaman

SBY yang usulkan Indonesia jadi tuan rumah

SBY bertemu Salim Segaf Al-Jufri. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Indonesia pernah mengajukan agar menjadi tuan rumah pada pertemuan IMF dan Bank Dunia. Saat itu prosesnya panjang dan pada 2015 diputuskan Indonesia yang menjadi tuan rumah.

Hal itu diungkapkan oleh mantan Menteri Ekonomi era SBY, Chatib Basri. "Pemerintah bersama Bank Indonesia , pemerintah mengajukan diri menjadi tuan rumah pertemuan tahunan Sept 2014. Prosesnya tdk mudah, bersaing dg negara2 lain. Indonesia dipilih menjadi tuan rumah Okt 2015," demikian tulis Chatib Basri dalam akun Twitternya.

2 dari 4 halaman

Biayanya jauh lebih murah dari yang direncanakan

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. ©2018 Merdeka.com

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah mengeluarkan dana sekitar Rp 600 miliar dari total pengeluaran acara Annual Meetings International Monetary Fund-World Bank Group 2018' (AM 2018) sebesar Rp 868 miliar. Dana tersebut diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Tadinya estimasi biaya lebih tinggi. Sekarang sudah dilihat, bisa jauh lebih murah," kata dia.

Ada langkah efisiensi yang membuat biaya lebih murah, antara lain penggunaan event orgenaizer (EO) lokal, pagelaran acara dan artis dari Indonesia, dan banyak hal lagi. "Banyak hal yang bisa dimaksimalkan, termasuk dinnernya dilakukan secara lebih efisien," tuturnya.

3 dari 4 halaman

Manfaat Indonesia jadi tuan rumah IMF-Bank Dunia

Menteri Rudiantara, Menko Luhut Panjaitan di pertemuan IMF-World Bank. ©Liputan6.com/Ilyas Praditya

Banyak manfaat yang didapat Indonesia saat menjadi tuan rumah IMF-Bank Dunia, seperti menambah investor yang menanam modal di Indonesia dan pembicaraan tentang bantuan dana untuk membenahi infrastruktur di berbagai daerah yang rusak karena bencana di Palu, Sigi, Donggala, Sulawesi Tengah dan Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pembahasan mengenai pembiayaan alternatif infrastruktur membuka peluang sumber pendanaan baru di tengah krisis keuangan global.

Selanjutnya, pembicaraan tentang teknologi di bidang ekonomi dan pembangunan. Keduanya sangat penting bagi Indonesia yang sedang menggarap ekonomi digital. Indonesia punya keinginan untuk memajukan e-commerce, sistem pembayaran jarak jauh, uang virtual, dan big data.

4 dari 4 halaman

Rp 6,9 triliun berputar sebagai penggerak ekonomi

Rapat kerja bahas RUU APBN 2019. ©2018 Liputan6.com/JohanTallo

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas merilis hasil kajian awal estimasi dampak langsung penyelenggaraan IMF-World Bank Annual Meeting 2018 yang akan dilaksanakan di Denpasar, Bali, bagi perekonomian Indonesia sebagai tuan rumah. Bappenas memperkirakan Rp 6,9 triliun dana berputar sebagai 'bahan bakar' penggerak perekonomian.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, mengatakan penyelenggaraan IMF-WB Annual Meetings 2018 diperkirakan mampu meramaikan sektor pariwisata, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mempromosikan investasi dan perdagangan. [has]

Baca juga:
Di IMF-World Bank, BUMN paparkan peluang investasi pariwisata RI tembus USD 3,1 M
Pertemuan IMF-World Bank dipastikan tak ada pemborosan anggaran
Menko Luhut: Pertemuan IMF-World Bank bukan pesta pora dan ajang cari utang
Bos IMF bawa cek Rp 2 miliar bantu korban gempa Lombok dan Sulawesi Tengah
Hidayat sebut korban gempa NTB belum dapat Rp 50 juta yang dijanjikan Jokowi

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini