4 Fakta di Balik Rencana Tiket Pesawat Murah Didorong Ada Tiap Hari

Rabu, 24 Juli 2019 06:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
4 Fakta di Balik Rencana Tiket Pesawat Murah Didorong Ada Tiap Hari Rakor tentang Tiket Pesawat. ©Istimewa

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, belum lama ini kembali menggelar rapat koordinasi tentang monitoring dan evaluasi kebijakan penurunan tarif tiket pesawat. Salah satu harapan Menko Darmin, tiket pesawat murah bisa ada tiap hari.

Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono, menyebutkan kebijakan saat ini yang hanya menyediakan tiket pesawat murah pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu pada jam 10.00 - 14.00 waktu setempat belum ampuh menjadi solusi mahalnya tiket pesawat.

"Kurang nendang buat masyarakat," kata dia, di Kantornya.

Dia berharap, ke depannya tiket murah dapat tersedia setiap hari dan di semua jam. Hal itu juga sejalan dengan keinginan maskapai agar jumlah penumpang kembali meningkat.

Atas rencana tiket pesawat murah yang didorong ada tiap hari, berikut rangkuman fakta di baliknya.

1 dari 4 halaman

Masyarakat Tuntut Tiket Murah Tiap Hari

Pemilik Lion Group, Rusdi Kirana, mengungkapkan masyarakat membutuhkan harga tiket pesawat murah tidak diberikan pada jam tertentu saja. Seperti saat ini, tiket murah hanya berlaku pada pukul 10.00 - 14.00 waktu setempat.

"Masyarakat juga mintanya kalau bisa, kalau bisa saya (penumpang) jangan dipaksa jam 10 pagi mau berangkat. Nah sekarang pak menko dan pak menhub idenya bagaimana dengan jika Senin-Minggu dari pagi sampai pagi (harga tiket murah)," jelasnya.

2 dari 4 halaman

Demi Tiket Murah, Pemerintah Siap Guyur Insentif

Rusdi Kirana mengatakan, untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah siap memberi insentif fiskal untuk maskapai.

"Untuk itu akan ada insentif fiskal. Kemudian sama-sama sharing apa yang bisa kami sharing. Karena apa yang dilakukan sekarang kan sifatnya sementara. Karena tidak mungkin kan selamanya hanya seminggu tiga kali," jelasnya.

3 dari 4 halaman

Kemenkeu dan Kemenpar Tengah Lakukan Kajian

Persoalan penurunan tiket pesawat juga harus melibatkan banyak pihak lain seperti kementerian keuangan untuk kebijakan fiskal. Selain itu, kementerian pariwisata juga diikutsertakan untuk kaitannya dengan industri pariwisata.

"Untuk sampai ke sana, pengurangan cost di mana harus dipikirkan. Sejalan dengan rencana menengah panjang, termasuk dengan Kemenkeu dan Kemenpar," ungkap Susiwijono.

4 dari 4 halaman

Pemerintah Kaji Bangun KEK Penerbangan

Pemerintah terus berupaya menyediakan tiket pesawat murah untuk masyarakat. Salah satu rencananya dengan membantu maskapai menekan pengeluaran melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk industri penerbangan.

Dengan adanya KEK penerbangan, biaya perawatan maskapai dapat berkurang. Hal itu akan sangat mempengaruhi efisiensi perusahaan sebab biaya maintenance porsinya cukup besar yaitu 8 persen dari total pengeluaran.

Ke depannya, KEK industri penerbangan dapat dikembangkan tidak hanya melayani MRO saja, namun juga pengadaan industri komponen pesawat, suku cadang hingga ban pesawat yang dibebaskan bea masuk sebagai bentuk insentif fiskal.

"Tadi disampaikan sudah menjajaki MoU, sudah ada diskusi antara CEO Lion Air dan CEO Garuda Indonesia, jadi ini bukan ide baru," ujar Susiwijono.

[bim]

Baca juga:
Pemerintah Diminta Beri Izin Air Asia Perbanyak Rute Domestik
Awal Semester II-2019, Okupansi Hotel Mulai Bergeliat
Biar Tiket Pesawat Murah, Pemerintah Kaji Bangun KEK Industri Penerbangan
Pemerintah dan Maskapai Cari Cara Agar Diskon Tiket Pesawat Bisa Ada Setiap Hari
Maskapai Diminta Beri Info Ketersediaan Tiket Pesawat Diskon 50 Persen
Soal Laporan Aturan Tiket Pesawat ke Ombudsman, Inilah Respons Rusdi Kirana
Rabu, Harga Tiket Pesawat Lion Air Mulai Turun 50 Persen

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini