4 Dampak pelemahan Rupiah, dari inflasi hingga PHK

Kamis, 12 Oktober 2017 08:00 Reporter : Siti Nur Azzura
idr rupiah. shutterstock

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) masih belum beranjak dari level Rp 13.500-an per USD. Pada perdagangan Rabu (11/10), Rupiah dibuka di 13.496 per USD atau menguat tipis dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 13.512 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah bergerak fluktuatif usai pembukaan. Bahkan, nilai tukar sempat menyentuh Rp 13.540 per USD pukul 14.50 WIB. Kemudian, Rupiah ditutup melemah di level Rp 13.530 per USD.

Tentunya, kondisi pelemahan nilai tukar Rupiah secara terus menerus akan berimbas pada berbagai hal. Bahkan, sebagian pengusaha mengaku dilema saat Rupiah anjlok maupun menguat.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara mengatakan ada tiga penyebab yang membuat nilai tukar melemah. Pertama adalah Presiden AS Donald Trump yang mengajukan proposal baru terkait penurunan pajak di AS.

Kedua, (Gubernur bank sentral AS) Yellen berikan statement seminggu lalu bahwa suku bunga AS akan naik di Desember. Ketiga, spekulasi mengenai adanya pergantian pergantian gubernur bank sentral AS.

Lalu, apa saja dampaknya bagi Indonesia. Berikut 4 dampak pelemahan nilai tukar Rupiah, seperti dikutip Cermati.

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.