4 Cara Mudah Lapor Pajak untuk Pengusaha UMKM

Kamis, 24 November 2022 18:13 Reporter : Merdeka
4 Cara Mudah Lapor Pajak untuk Pengusaha UMKM UMKM. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Perusahaan solusi teknologi digital, Mekari membocorkan sejumlah kiat untuk mempermudah proses pelaporan pajak. Terutama untuk pengusaha kecil dan menengah atau UKM.

Chief Operating Office (COO) Mekari, Anthony Kosasih menjelaskan, pelaporan pajak bisa lebih mudah apabila memanfaatkan platform digital. Misalnya Mekari Klikpajak sebagai penyedia jasa aplikasi pajak (PJAP) yang terhubung resmi ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

"Keterbatasan sumber daya semakin tajam dirasakan oleh UKM yang baru, termasuk bisnis-bisnis kecil yang lahir saat pandemi dan pasca pandemi. Di zaman serba teknologi, aplikasi pajak berbasis online hadir untuk mengotomatisasi pelaporan pajak sehingga prosesnya menjadi mudah dan cepat," kata Anthony di Jakarta, Kamis (24/11).

Dia menjelaskan, otomatisasi pembayaran dan pelaporan yang dihadirkan aplikasi pajak mendorong UKM untuk semakin taat memenuhi kewajiban sebagai badan usaha.

"Kepatuhan membayar pajak tidak saja baik untuk pemulihan ekonomi dan pembangunan Indonesia, namun juga untuk UKM itu sendiri. UKM yang taat memenuhi kewajiban pajaknya akan terbebas dari sanksi di kemudian hari," tegasnya.

Berikut 4 kiat mempermudah pelaporan pajak:

2 dari 3 halaman

Buka Aku Rekap Dokumen

Untuk menggunakan aplikasi pajak, UKM harus membuka akun terlebih dulu. Proses registrasi tergolong mudah karena UKM cukup memasukkan data seperti nama perusahaan, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan Electronic Filing Identification Number (EFIN).

Setelah akun tersedia, UKM bisa mulai mengunggah dokumen-dokumen pajak yang lama, seperti faktur pajak dan bukti potong. Merekap dokumen pajak tahunan di satu tempat mendorong kerapihan administrasi agar kedepannya, UKM tidak perlu lagi membuang waktu dan tenaga untuk mencari dimana letak dokumen.

Dasbor Pantau Bisnis

Salah satu keunggulan aplikasi pajak adalah halaman dasbor yang merangkum informasi pajak yang penting, seperti kuota nomor seri faktur pajak (NSFP). Bukan saja itu, ada dasbor yang memungkinkan UKM untuk menyatukan data keuangan perusahaan kedalamnya.

Integrasi data perpajakan dan keuangan di satu tempat akan memudahkan pemantauan dan pengelolaan bisnis, yang sangat bermanfaat saat akhir tahun ketika UKM ingin menelaah performa bisnis selama setahun terakhir.

3 dari 3 halaman

Otomasi Pelaporan untuk Tingkatkan Akurasi

Aplikasi pajak mengotomasi proses pelaporan, dengan demikian menekan human error yang kerap membayangi pelaporan manual. 

Aplikasi pajak bisa secara otomatis memvalidasi NPWP yang tertera di formulir pelaporan pajak lewat fitur API Documentation, serta menarik bukti potong (bupot) dari bulan-bulan sebelumnya dari server DJP lewat fitur Prepopulated e-Bupot. Bahkan, UKM bisa mengirimkan faktur pajak digital langsung ke pelanggan via WhatsApp lewat fitur Share Faktur.

 

Siapkan Laporan Secara Kolaboratif

Keunggulan lainnya dari aplikasi pajak adalah fitur multi-user, di mana pemilik UKM atau administrator akun dapat memberikan akses terbatas ke karyawan lain untuk mengunggah dan menghapus data yang tersimpan di aplikasi. 

Dengan demikian, proses pelaporan pajak dapat dilakukan secara kolaboratif. Ditambah lagi, karena aplikasi pajak terhubung secara online, para karyawan dapat melakukan proses pelaporan kapanpun dan dimanapun. Hal ini cocok bagi UKM yang memiliki karyawan di cabang-cabang terpisah, serta yang menerapkan work from anywhere (WFA).

Anthony menambahkan bahwa otomatisasi pembayaran dan pelaporan yang dihadirkan oleh aplikasi pajak mendorong UKM untuk semakin taat memenuhi kewajiban sebagai badan usaha.

"Kepatuhan membayar pajak tidak saja baik bagi pemulihan ekonomi dan pembangunan Indonesia, namun juga UKM itu sendiri. UKM yang taat memenuhi kewajiban pajaknya akan terbebas dari sanksi di kemudian hari, sehingga UKM bisa menjalankan dan menumbuhkan bisnis bebas dari hambatan," ujar Anthony. [idr]

Baca juga:
Dipilih secara Online, Kementerian BUMN Gelar Anugerah Bangga Buatan Indonesia 202
Sandiaga Uno: Jambore Kewirausahaan 2022 Percepat Literasi Digital UMKM di Yogyakarta
Cara TikTok Shop Tingkatkan Akses Setara untuk Digitalisasi UMKM
Berkat Kartu Prakerja, Wanita Aceh Ini Rintis Karir Jadi Produsen Masker & Seprai
Harus Bayar Lisensi Hak Siar, Pemilik Kedai Kopi Urung Bikin Nobar Piala Dunia
DANA Catat 22,5 Juta Pelaku Usaha Sudah Pakai QRIS

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini