3.000 Produk sampah banjiri Indonesia, hati-hati pilih obat kuat

Jumat, 4 Januari 2013 13:01 Reporter : Ardyan Mohamad
Ilustrasi toko obat kuat. merdeka.com/Muhammad Taufik

Merdeka.com - Terus menguatnya perekonomian Indonesia di tengah kelesuan global, membuat banyak produsen mengirim produk konsumsi mereka ke Tanah Air. Namun, banyak sekali barang tidak sesuai standar keselamatan Kementerian Perdagangan maupun mengandung bahan kimia berbahaya yang dilarang BPOM.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengaku saat ini relatif sulit menghentikan sepenuhnya produk sampah. Pihaknya sekarang berusaha agar konsumen berhati-hati dengan produk sampah, khususnya nonpangan seperti obat-obatan China.

"Indonesia akan menjadi target produk-produk tersebut karena konsumsi domestiknya tinggi. Jangan sampai obat kuatnya murah, terus dikonsumsi, bukan berarti kita tidak mau kuat," ujarnya di kantornya, Jumat (4/1).

Kemendag mencatat lonjakan yang drastis arus produk berkualitas sampah. Sepanjang 2012, ada 3.000 produk pangan dan nonpangan yang dicekal.

"Lebih dari 3.000 produk tidak menganut regulasi, meningkat dibandingkan 28 produk saja pada 2011," ungkap Gita.

Dari informasi awal Direktorat Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag, ada lima titik pelabuhan yang menjadi titik awal membanjirnya barang-barang berkualitas sampah itu. Namun lokasi pastinya belum dapat diumumkan karena penyelidikan masih berlangsung.

Sebagai langkah awal, tahun ini Kemendag menjalin kerja sama dengan BPOM, badan Karantina Kementerian Pertanian, dan Polri. Keempat lembaga ini akan saling membantu untuk mengawasi produk nonpangan, pangan olahan, dan pangan segar. [rin]

Topik berita Terkait:
  1. Obat Kuat
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini