30 Tahun tertutup, industri film terbuka investasi asing di era Jokowi-JK

Selasa, 17 Oktober 2017 14:10 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
30 Tahun tertutup, industri film terbuka investasi asing di era Jokowi-JK Kepala BeKraf - Triawan Munaf. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, mengungkapkan selama 30 tahun industri perfilman Indonesia tertutup untuk asing. Hal ini berubah semenjak pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) yang membuka industri perfilman untuk investor asing.

Menurutnya, Indonesia butuh campur tangan asing untuk kemajuan industri perfilman dalam negeri. "Selama 30 tahun lebih investasi pada bidang perfilman itu tertutup untuk investor asing padahal industri maupun teknologi (perfilman) itu adanya di luar (negeri), mereka sudah lebih maju, karena itulah dibuka investasi ini untuk film," katanya dalam acara 3 tahun pencapaian pemerintahan Jokowi-JK yang diadakan di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (17/10).

Triawan menjelaskan, kemajuan industri perfilman juga sangat penting untuk perekonomian nasional. Sebab, melalui sebuah film bisa membantu kemajuan suatu wilayah, misalnya ikut mempromosikan pariwisata.

"Film Laskar Pelangi meningkatkan wisata di Belitung juga film Ada Apa Dengan Cinta 2 yang kemudian menjadi daya tarik wisata di Yogyakarta," ujarnya.

Triawan mengatakan, film lokal harus mulai bisa menguasai pasar. Sebab, saat ini film-film luar negeri lebih mendapat tempat di hati penonton Indonesia.

"Kita berusaha memperbanyak screen atau layar film yang sungguh sangat kurang dibandingkan dengan negara lain sehingga film-film nasional tidak bisa optimal atau tidak bisa maksimal mendapatkan penontonnya dengan keterbatasan layar."

Dengan suntikan investasi dari asing, Triawan berharap film-film lokal bisa semakin berkualitas dengan jumlah penonton di atas 30 persen dibandingkan dengan film luar negeri. Dia menjelaskan, investor tidak hanya berinvestasi dalam hal pengadaan bioskop, tetapi dalam proses produksi, distribusi hingga promosi.

"Kami bersama dengan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) dengan memformulasikan tawaran kepada para investor luar untuk berinvestasi di bidang bioskop dan tentunya juga di produksi film. Saat ini sedang berjalan di antaranya film Wiro Sableng dengan FOX."

Kepala BKPM, Thomas Lembong, mengatakan bahwa tren investasi di semua sektor sedang meningkat, salah satunya di industri perfilman. "Investasi internasional diperlukan dalam produksi maupun distribusi. Sekarang menjadi 100 persen investasi internasional."

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini