3 Target 100 Hari Program Kerja Mentan Syahrul, Termasuk Penggunaan Kecerdasan Buatan

Kamis, 7 November 2019 14:05 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
3 Target 100 Hari Program Kerja Mentan Syahrul, Termasuk Penggunaan Kecerdasan Buatan Mentan Syahrul Yasin Limpo. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengungkapkan program utamanya dalam 100 hari pertama menjabat. Ada 3 program utama yang akan dia canangkan. Mentan Syahrul mengungkapkan program utama adalah mensinkronkan data pertanian agar menjadi satu pintu.

"Data harus satu sehingga data yang dipegang Presiden, Gubernur, Bupati, Camat sampai kepala desa, semua kementerian sama. Termasuk masalah lahan dan produksi," kata dia saat ditemui usai rapat di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (7/11).

Kedua adalah memetakan lahan yang akan segera panen. Menurutnya, hal ini sangat penting sebab menyangkut kebutuhan pangan 267 juta penduduk Indonesia.

"Kita di kementan dalam 100 hari ingin memiliki kejelasan lahan yang akan panen di mana aja, seperti apa kemampuan kita. Kita kan harus jamin bisa beri makan 267 juta. Maka itu menjadi langkah, tidak boleh melihat itu sebagai masalah kecil," ujarnya.

Hal itu, lanjutnya, akan membuat aspek cuaca menjadi dapat diprediksi secara tepat. Termasuk antisipasi bencana yang mungkin terjadi. "Kita sudah gunakan itu. Satelit kita bisa baca. AI (kecerdasan buatan) akan kita mainkan," ujarnya.

Ketiga adalah pengendalian, hal ini memungkinkan pertanian akan berpusat di kecamatan. "Ketiga tentu pengendalian. Ini pesan presiden melakukan debirokratisasi. Pengendalian pertanian itu bicara lapangan karena itu pengendalian tidak boleh di Jakarta, di provinsi tapi harus di kecamatan, sehingga masalah-masalah pangan case by case di mana tempatnya semua orang bisa melihatnya," ujarnya.

Secara keseluruhan, dia menekankan pertanian Indonesia harus sudah mulai memanfaatkan kecerdasan buatan agar tidak tertinggal oleh negara lain. "Sekali lagi, penggunaan citra satelit AI itu harus dimainkan," tutupnya.

1 dari 2 halaman

Penyeragaman Data Menjadi Prioritas Kerja

Menteri Pertanian Kabinet Indonesia Maju, Syahrul Yasin Limpo menargetkan dalam 100 hari kerja akan memetakan data pertanian. Dengan adanya pemetaan ini, data pertanian menjadi lebih jelas.

"Jadi selama 1-3 bulan ke depan, saya akan menyelesaikan dahulu masalah pendataan. Dengan adanya data yang jelas, dapat diketahui gambaran pertanian setiap daerah. Data ini menjadi milik Kementerian Pertanian yang harus disepakati oleh semuanya. Tidak boleh kementerian lain punya data pertanian," tuturnya saat jumpa pers.

Ia menilai, data menjadi penting karena menyangkut kondisi pertanian saat ini. Apalagi ketahanan suatu negara ini ditentukan ketahanan pangan. Jika ketahanan pangan baik, maka negara tersebut keamanannya terjamin.

"Indonesia ini kelebihannya ada pada pertanian karena menjadi soko guru. Jadi ketahanan pangan harus diwujudkan," tegasnya.

Karena itu, mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini meminta agar semua pihak dapat bekerja secara fokus dan maksimal.

"Keberhasilan ini datangnya bukan dari saya sebagai Menteri Pertanian, melainkan datang dari bawah lalu berakumulasi ke atas. Makanya kita harus bekerjasama untuk menyediakan pangan bagi 367 juta penduduk Indonesia," katanya.

2 dari 2 halaman

Dari Lurah Menjadi Gubernur

Dalam konferensi pers, Syahrul menceritakan karirnya di pemerintahan. Dimulai saat menjabat menjadi lurah, bahkan kelurahannya mendapatkan predikat kelurahan terbaik se-Sulawesi Selatan.

Keberhasilan menjadi lurah membawanya diangkat menjadi camat. Bahkan ia mendapat penghargaan sebagai camat teladan se-Indonesia.

"Pada saat menjadi camat, saya adalah satu-satunya camat yang mendampingi Presiden RI, Soeharto saat mengunjungi Sulawesi Selatan," ungkap Syahrul bangga.

Setelah menjadi camat, karir Syahrul berlanjut. Ia terpilih menjadi Bupati Gowa selama 2 periode (1994-2002). Tak berhenti sampai disitu, Syahrul maju menjadi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan mendampingi Amin Syam.

Namun pada Pilkada 2007-2013, Syahrul maju mencalonkan menjadi Gubernur berpasangan dengan Agus ArifinNu'mang (saat itu menjabat sebagai Ketua DPRD Sulsel). Pasangan yang dikenal dengan sebutan Sayang ini memenangkan pertarungan dengan petahana Amin Syam. Pada periode berikutnya (2013-2018), Syahrul kembali tepilih menjadi Gubernur Sulawesi Selatan.

Pada era Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul mendapatkan Bintang Maha Putera Utama bidang Pertanian karena dinilai mampu memenuhi pangan untuk 17 provinsi.

[bim]

Baca juga:
Berita Investigasi Gula, Mentan Gugat Majalah Tempo Rp100 Miliar
Sinergikan Data Lahan Pertanian, Mentan Syahrul Temui Menteri Sofyan
Ma'ruf Amin Minta Mentan Syahrul Segera Realisasikan Peremajaan Sawit
Mentan SYL Dorong Pembibitan Ayam Kampung Berbasis Pemberdayaan Masyarakat
Syahrul Yasin Limpo: Jadi Mentan Bukan Jabatan yang Ringan untuk Saya
Tunaikan Nazar, Mentan Syahrul Limpo Nyekar ke Makam Orang Tua Usai Dilantik
Jadi Mentan, Syahrul Yasin Limpo Tantang Mafia di Sektor Pertanian

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini