3 Pekerjaan Rumah yang Perlu Dibenahi 5 Tahun ke Depan

Kamis, 7 November 2019 11:19 Reporter : Merdeka
3 Pekerjaan Rumah yang Perlu Dibenahi 5 Tahun ke Depan Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi. ©2019 Liputan6.com/Bawono Yadika

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) mencatat, ada sejumlah pekerjaan rumah yang masih harus dibenahi di pemerintahan kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Salah satunya terkait keterbatasan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Tantangan pertama adalah keterbatasan APBN dan APBD. Berdasarkan data rancangan teknokratis Bappenas, kebutuhan infrastruktur dari tahun 2019 sampai 2024 mencapai Rp6.000 triliun. Sedangkan, APBN kita hanya mampu menyediakan Rp240 triliun tiap tahun atau Rp1.000 triliun dalam kurun waktu lima tahun," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi di Jakarta, Kamis (7/11).

Oleh sebab itu, ada gap atau selisih sebesar Rp5.000 triliun. Dengan demikian, tantangan berikutnya ialah terkait implementasi skema kerja sama pemerintah dan KPBU yang belum sepenuhnya optimal digunakan pada proyek infrastruktur di daerah.

"Kami melihat masih perlunya peningkatan pemahaman terhadap skema KPBU yang dapat mengatasi keterbatasan APBD ini. Terutama merealisasikan pembangunan infrastruktur yang tingkat pengembaliannya di bawah tingkat rate komersial," ungkapnya.

Selanjutnya, tantangan ketiga terkait masih terbatasnya kompetisi penanggungjawab proyek kerja sama (PJBK) khususnya dalam implementasi skema KPBU. "Oleh karena itu, kembali kepada kompetisi dapat menutup gap di bidang yang kita butuhkan" tegasnya.

1 dari 1 halaman

Jokowi minta BUMN tak monopoli proyek

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar perusahaan swasta diberikan ruang lebih banyak dalam mengemban proyek infrastruktur di Indonesia. Dia mengaku, banyak komplain dari perusahaan swasta perihal pengembangan proyek yang sebagian besar dikerjakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Banyak yang mengeluh ke saya, kontraktor lokal, provinsi, 'Pak kok semuanya diambil BUMN', ini saya sudah perintahkan, tidak sekali dua kali," ujarnya di Jakarta, Rabu (6/11).

Oleh karenanya, dalam 5 tahun ke depan Jokowi berharap swasta mendapat peran besar dalam mempercepat pembangunan infrastruktur nasional. Karena ternyata, realisasi pembiayaan swasta terhadap berbagai proyek infrastruktur masih jauh dari target.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Temui Jokowi, Mendag AS Bahas Keringanan Bea Masuk Impor
Menteri PUPR Beri Arahan ke Erick Thohir Terkait Perluasan Peran Swasta
Presiden Jokowi Minta BUMN Jangan Kuasai Proyek Infrastruktur
Realisasi Investasi Tol Masih Jauh dari Target
EBTKE ConEX 2019 Targetkan Gaet Investor Energi Baru Terbarukan

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini