3 Gardu Induk di Aceh Resmi Beroperasi, PLN Hemat Rp 265 Miliar per Tahun

Selasa, 9 April 2019 13:07 Reporter : Merdeka
3 Gardu Induk di Aceh Resmi Beroperasi, PLN Hemat Rp 265 Miliar per Tahun Menteri ESDM Ignasius Jonan soal PLN. ©Liputan6.com/Bawono Yadika

Merdeka.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membangun 3 GI (Gardu Induk) dan SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) pertama di Aceh Bagian Tengah dengan kapasitas 30 MVA. Beroperasinya GI dan SUTT ini juga berpotensi untuk penghematan perusahaan sebesar Rp 265,5 miliar per tahun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan beroperasinya 3 GI dan SUTT yang ada di Provinsi Aceh, Takengon. "Kami harap peresmian ini bisa mendukung pertumbuhan perekonomian Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah melalui kehandalan sistem kelistrikan dan suplai yang mencukupi" tuturnya di Aceh, Selasa (9/4).

Menteri Jonan menambahkan khusus GI 150 kV Takengon dan SUTT 150 kV Takengon - Bireuen merupakan GI dan SUTT pertama di Aceh Bagian Tengah dengan kapasitas 30 MVA, di mana proyek ini merupakan bagian dari proyek PLTA Peusangan (88 MW) yang sudah dimulai sejak 1998.

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto memastikan percepatan yang dilakukan PLN dalam pembangunan kelistrikan diharapkan bisa menarik investor untuk datang dan memanfaatkan energi listrik yang tersedia.

"Sistem handal, dan PLN bisa menghemat hingga Rp 265,5 Milyar Pertahun. Jadi dengan makin handalnya sistem kelistrikan di Aceh, kami harap bisa menarik para investor untuk berinvestasi dan membangun bisnisnya disini," paparnya.

Adapun 3 GI dan SUTT yang diresmikan yakni :

a. Gardu Induk (GI) 150 kV Takengon dan Gardu Induk (GI) Extension 150 kV Bireuen dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Takengon – Bireuen;
b. Gardu Induk (GI) 150 kV Kutacane dan Gardu Induk (GI) Extension 150 kV Berastagi, dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV Berastagi – Kutacane;
c. Gardu Induk (GI) 150 kV Subulusalam dan Gardu Induk (GI) Extension 150 kV Sidikalang dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Sidikalang - Subulusalam.

Untuk kedepannya GI dan SUTT Takengon -Bireuen dapat berfungsi sebagai evakuasi daya PLTA Peusangan 1&2 kapasitas 88 MW yang direncanakan COD pada tahun 2021 – 2022.

Menteri Jonan menambahkan, pembangunan Gardu Induk dan SUTT PLN mendukung program pemerintah dalam kelistrikan yang terkoneksi di wilayah Pulau Sumatera. Dia menjelaskan, keberadaan Gardu Induk dan SUTT juga bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya di Pulau Sumatera sendiri.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6 [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini