3 Faktor Indonesia Bakal Kebal dari Dampak Tapering The Fed

Rabu, 27 Oktober 2021 16:45 Reporter : Anisyah Al Faqir
3 Faktor Indonesia Bakal Kebal dari Dampak Tapering The Fed the fed. ©2018 PYMNTS.com

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, Indonesia tidak akan terlalu terdampak oleh kebijakan The Fed yang akan melakukan tapering dalam waktu dekat. Bahkan dampaknya akan jauh lebih rendah dari yang pernah terjadi di tahun 2013 atau tahun-tahun sebelumnya.

"Dampaknya kepada Indonesia dari rencana Fed tapering ini jauh lebih rendah dari tahun 2013 atau bahkan beberapa episode sebelumnya," kata Perry dalam Konferensi Pers KSSK Triwulan III, Jakarta, Rabu (27/10).

Dampak kebijakan bank sentral Amerika Serikat tersebut kata Perry bisa terus diantisipasi karena ada kejelasan komunikasi dari The Fed secara terus menerus. Sehingga kabar tersebut direspon pasar dengan melakukan antisipasi yang baik dalam bentuk volatility dan treasury untuk beberapa waktu ke depan.

Perry memandang kebijakan tapering yang dilakukan The Fed akan berlangsung secara bertahap. Dimulai dari pengurangan penambahan likuiditas yang selama ini terus ditambah. Pengurangan ini pun dilakukan secara bertahap dan lebih tertata. Dia memperkirakan The Fed baru akan melakukan pengurangan likuiditas pada kuartal III tahun 2022 atau di pada kuartal selanjutnya.

"Pengurangan likuiditas dilakukan sepanjang tahun 2022 dan kemungkinan di kuartal II atau triwulan berikutnya. Ini yang perlu dipantau, dan ini mungkin akan terjadi lebih awal," kata dia.

Faktor lain yang membuat perekonomian Indonesia tidak terpengaruh kebijakan The Fed karena defisit transaksi berjalan berada di posisi terendah. Hal ini menunjukkan seberapa besar suplai penawaran dan permintaan devisa pada nilai tukar

"Kalau Fed tapering ini dulu lebih dari 3,5 persen (defisit transaksi berjalan), kalau sekarang ini 0 persen sampai - 0,8 persen dan tahun depan lebih rendah. Jadi tekanan ini jauh lebih rendah," kata dia.

Selain itu, kata Peryy saat ini koordinasi yang dilakukan Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan telah terjalin dengan baik. Sehingga stabilitas tidak hanya terjadi pada nilai tukar rupiah saja, melainkan juga pada yield yang dilakukan secara baik

Di sisi lain cadangan devisa negara juga tercatat USD 146,87 miliar, jumlah yang setara dengan 8,9 bulan impor barang dan jasa. Sehingga dia menyimpulkan, dampak dari tapering yang dilakukan The Fed tidak terlalu signifikan namun tetap harus diwaspadai dan diantisipasi.

"Ini pembahasan di BI dan didalam KSSK. Kesimpulannya kita waspada, monitor, dan antisipas dengan baik tapi kalau dibandingkan dengan Fed taper (sebelumnya) ini lebih baik," kata dia mengakhiri. [azz]

Baca juga:
Rupiah Ditutup Melemah di Tengah Ekspektasi Tapering The Fed
Kurs Rupiah Melemah ke Rp14.158 per USD Dipicu Pernyataan Gubernur The Fed
Ada Tapering Off, Pemerintah Diminta Tak Buru-Buru Naikkan Suku Bunga
Tapering The Fed akan Berdampak Signifikan ke 3 Sektor Ini
LPS: Dampak Tapering Off Masih Relatif Terbatas
Kurs Rupiah Ditutup Melemah Jelang Pengumuman Hasil Rapat The Fed

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini