3 Arahan Wapres Ma'ruf Majukan Industri Asuransi Syariah di Tengah Pandemi Corona

Selasa, 30 Juni 2020 15:06 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
3 Arahan Wapres Ma'ruf Majukan Industri Asuransi Syariah di Tengah Pandemi Corona Pertemuan silaturahmi PBNU dan Maruf Amin. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, menyebut pandemi Covid-19 turut berdampak pada sektor pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia. Oleh karenanya, dia harap industri asuransi syariah sebagai bagian dari industri keuangan tetap mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi terhadap pengembangan dan perluasan kegiatan usaha syariah di Indonesia.

"Terlepas dari adanya pandemi Covid-19 yang melanda saat ini, sesungguhnya kita memiliki momentum yang baik dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Dalam hal keuangan Syariah, beberapa lembaga seperti Islamic Finance Development Indicator (IFDI), Indonesia dan Islamic Finance Country Index (IFCI) memberikan penilaian yang sangat baik terhadap Indonesia," kata Wapres Ma'ruf saat Rapat Luar Biasa Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) melalui virtual di Jakarta, Selasa (30/6).

Wapres mencermati bahwa perlambatan atau penurunan kondisi ekonomi global akibat Covid-19 berpengaruh terhadap kelangsungan bisnis asuransi syariah. Untuk itu, Wapres Ma'ruf memberikan beberapa arahan untuk perbaikan kondisi industri asuransi syariah.

"Pertama, industri asuransi syariah harus lebih banyak meningkatkan inovasi produk asuransi syariah untuk meningkatkan inklusi dan mendukung pertumbuhan asuransi syariah, serta harus menggali potensi berbagai sektor yang selama ini belum dilayani oleh asuransi syariah," ujarnya.

Kedua, lanjutnya, eksposur industri asuransi syariah perlu ditingkatkan terus guna meningkatkan terhadap produk-produk dan industri asuransi syariah. Upaya ini, menurut Wapres, juga dilakukan secara konsisten untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap asuransi syariah.

"Ketiga, industri asuransi Syariah harus lebih memperhatikan aspek tata kelola usaha yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Penerapan aspek GCG yang baik diharapkan dapat menghindari masalah-masalah dalam industri asuransi seperti kasus gagal bayar pada beberapa perusahaan asuransi. Selain itu akan meningkatkan kepercayaan dan memberikan jaminan keamanan bagi para konsumen," terangnya.

1 dari 1 halaman

Industri Wajib Optimalkan Potensi Pasar Indonesia

optimalkan potensi pasar indonesia

Wapres menyampaikan, bahwa berdasarkan data OJK pada Maret 2020, market share keuangan syariah di Indonesia, termasuk perbankan dan asuransi, baru mencapai 8,98 persen dari total aset keuangan Indonesia. Adapun porsi untuk Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) termasuk asuransi syariah hanya sebesar 4,34 persen.

Sementara, berdasarkan hasil survei Bank Indonesia (BI) di 2019, tingkat literasi ekonomi syariah di Indonesia baru mencapai 16,3 persen dari skala 100 persen. Di samping itu, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK khusus untuk asuransi syariah mencatat tingkat literasi asuransi syariah baru sebesar 2,51 persen dan inklusi asuransi syariah sebesar 1,92 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa masih terbuka peluang sangat besar untuk meningkatkan pertumbuhan asuransi syariah di Indonesia.

"Penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 260 juta jiwa dan mayoritas beragama Islam menjadi potensi besar yang harus terus digarap secara intensif oleh pelaku asuransi syariah," imbuh wapres.

Selain itu, wapres menilai, komitmen pemerintah dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah terus dilakukan secara terintegrasi untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional. Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah kini diperkuat dengan penerbitan Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

"Melalui KNEKS, Pemerintah berupaya untuk mendukung akselerasi dan inklusi keuangan syariah dengan membuka jalan untuk asuransi syariah bagi masyarakat kecil, menengah, dan mikro demi terwujudnya Visi Nasional dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia sebagaimana disebutkan Masterplan Ekonomi Syariah 2019-2024 adalah menjadikan Indonesia yang mandiri, makmur dan madani dengan menjadi pusat ekonomi syariah terkemuka dunia," jelas wapres.

[bim]

Baca juga:
Membangun Empati Kemanusiaan via Mandiri Syariah Mobile di Era New Normal
Wapres Harap Usaha Syariah Mampu Terapkan Prinsip Manajemen Modern
Wapres Ingin IAEI Tingkatkan Aksi Nyata Untuk Pulihkan Ekonomi Terdampak Covid-19
Wapres Ma'ruf Harap Kontribusi Ekonom Syariah Pulihkan Ekonomi di Masa Transisi
Pemerintah Siapkan Strategi Pemulihan Ekonomi Syariah
Wapres Minta Penyelenggara Pendidikan Ekonomi Syariah Makin Inovatif
Tips Berinvestasi di Pasar Modal Syariah

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Asuransi
  3. Ekonomi Syariah
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini