2020, Bulog Alihkan Fokus ke Bisnis Komersial

Selasa, 3 Desember 2019 11:34 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
2020, Bulog Alihkan Fokus ke Bisnis Komersial Dirut Perum Bulog Budi Waseso. ©Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), Budi Waseso (Buwas), memaparkan kebijakan lembaganya di 2020 akan lebih berfokus pada penguatan peran komersial. Hal ini sejalan dengan berkurangnya penugasan dari pemerintah dalam penyediaan beras bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Ke depannya, Perum Bulog akan lebih meningkatkan kinerja komersial melalui penjualan komoditi pangan melalui on-line dan off-line, juga optimalisasi aset dan penguatan anak perusahaan serta unit bisnis," kata Buwas, di Kantornya, Jakarta, Selasa (3/12).

Seperti diketahui, saat ini Perum Bulog telah melakukan sejumlah inovasi bisnis, diantaranya yakni memodernisasi gudang beras yang dimilikinya secara bertahap di seluruh Indonesia, memproduksi beras bervitamin (terfortifikasi) dan terakhir merambah bisnis ecommerce dengan meluncurkan toko pangan on-line 'panganandotcom'.

"Bahkan sejumlah kerjasama bisnis dengan berbagai BUMN dan pihak swasta lainnya telah dilakukan seperti penyediaan natura karyawan BNI dan BRI, penjualan sembako ke Grab Kios serta sinergi bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dalam memasok beras ke ritel modern," ujarnya.

Mantan Kepala BNN itu menyatakan, Perum Bulog juga memperoleh PMN senilai Rp 2 triliun untuk mendukung penguatan komersial seperti pembangunan CAS (Control Atmosphere Storage), gudang modern kedelai, dan gudang modern beras. Di tahun depan rencananya akan dilakukan pembangunan CDC (Corn Drying Center), serta MRMP (Modern Rice Milling Plan).

"Namun demikian, sesungguhnya Bulog membutuhkan sinkronisasi dan harmonisasi kebijakan dari para regulator, berupa regulasi yang jelas dan didukung sistem penganggaran yang jelas serta mudah dilaksanakan sejak dari hulu sebagai bentuk keberpihakan kepada petani dan juga sisi hilir sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat sebagai konsumen," tutupnya.

1 dari 1 halaman

Seperti BBM, Bos Bulog Ingin Ada Beras Satu Harga

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso optimis beras sebagai komoditas pangan utama masyarakat Indonesia bisa satu harga, seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sukses satu harga pula di seluruh wilayah, termasuk Papua.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat tercapai melalui perluasan akses pasar Bulog di salah satu e-commerce Shopee bernama PangananDotCom. Baik konsumen, maupun penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau nantinya menjadi Kartu Sembako, dapat memperoleh beras secara daring (online), tanpa distribusi panjang.

"Tahap pertama sudah kita lakukan di Jakarta sebagai pilot project. Selanjutnya Jawa, Medan, Makassar, setelah itu seluruh Indonesia. Kalau Pertamina (BBM) sudah satu harga, beras bisa satu harga," kata Budi Waseso di Gudang Bulog Jakarta, dikutip Antara, Selasa (26/11).

Dia menjelaskan, distribusi bantuan beras untuk program BPNT atau Kartu Sembako nantinya menggunakan sistem daring lewat PangananDotCom yang diakses melalui Shopee. Namun, Bulog nantinya juga akan menggandeng e-commerce lainnya untuk memperluas akses pasar.

Kolaborasi ini dibangun atas dasar pengamatan pada platform e-commerce, dengan mempertimbangkan harga bahan pokok makanan kurang efisien karena infrastruktur yang kurang baik.

[bim]

Baca juga:
Lelang 20.000 Ton Beras Disposal, Bulog Tunggu Putusan Kompensasi Pemerintah
Bulog Soal Beras Disposal: Tak Dimusnahkan,Bisa Dijual Atau Untuk Bantuan Kemanusiaan
Kemenkeu Tak Bayar Penyaluran Beras untuk Bencana, Bulog Terancam Rugi Rp39 Miliar
Seperti BBM, Bos Bulog Ingin Ada Beras Satu Harga
Bos Bulog Klaim PangananDotCom Matikan Praktik Mafia Pangan Indonesia
Cicil Utang Rp28 Triliun, Bulog Jual Beras ke Bank BNI dan BRI

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini