2018, permintaan LNG domestik diprediksi capai 2,8 juta metrik ton

Jumat, 16 Maret 2018 20:13 Reporter : Desi Aditia Ningrum
2018, permintaan LNG domestik diprediksi capai 2,8 juta metrik ton FSRU Lampung. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Analis Senior untuk Gas dan Listrik Wood MacKenzie, Edi Saputra memprediksi jika permintaan Liquified Natural Gas (LNG) domestik tahun ini diperkirakan mencapai 2,8 juta metrik ton, meningkat dibandingkan dengan tahun 2017 yang hanya sekitar 2,4 juta MT. Peningkatan tersebut berasal dari pembangkit listrik yang mulai beroperasi.

"Dengan kondisi demikian, maka masih akan ada surplus (kelebihan pasokan) sekitar 3 juta sampai 4 juta MT (metrik ton) yang terlalu besar untuk pasar spot, " katanya di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat (16/3).

Selain itu, permintaan gas domestik tahun 2017 hanya mencapai 2,4 juta metrik ton. Jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 15 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sekitar 2,8 juta ton. Penurunan ini disebabkan dari permintaan LNG sektor pembangkit yang sedikit.

Menurutnya, kondisi surplus juga diakibatkan oleh beberapa kontrak ekspor gas yang masa berlakunya habis dan tak diperpanjang. Di antaranya kontrak ekspor dengan Kogas (Korea) dan CPC (Taiwan).

"Tahun lalu ada beberapa kontrak ekspor gas yang sudah berhenti, dan pemerintah menolak untuk memperpanjang. Akibatnya, kita sekarang kelebihan LNG," ujarnya.

Sementara itu, tahun ini produksi LNG bisa mencapai 18,5 juta metrik ton (MT). Adapun, sekitar 9 juta metrik ton di antaranya berasal dari Kilang Bontang, 7 juta metrik ton dari Kilang Tangguh, dan 2,5 juta ton dari Kilang Donggi Senoro. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini