2018, Nilai Perdagangan Uni Eropa dan Indonesia capai Rp410 Triliun

Kamis, 5 September 2019 16:44 Reporter : Merdeka
2018, Nilai Perdagangan Uni Eropa dan Indonesia capai Rp410 Triliun Perdagangan antara Uni Eropa dan Indonesia capai Rp 410 Triliun. ©2019 Merdeka.com/Evie/Magang

Merdeka.com - Total perdagangan barang antara Uni Eropa (UE) dan Indonesia mencapai EUR 26,3 miliar atau sekitar Rp410 triliun pada tahun 2018, dengan surplus substansial senilai EUR 6,9 miliar bagi pihak Indonesia.

Perwakilan delegasi Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Charles Michel-Geurts, mengatakan bahwa investasi UE di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya hingga mencapai EUR 33,2 miliar pada tahun 2017.

"Meskipun saat ini investasi di dunia sangat menantang karena ketidakpastian, perusahaan EU terus berinvestasi di Indonesia untuk membuat EU menjadi investor non-Asia utama di indonesia," ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/9).

Uni Eropa merupakan tujuan ekspor dan sumber impor terbesar ke-3 untuk Indonesia. Produk-produk dari Uni Eropa mendukung pembangunan infrastruktur dan industri Indonesia.

Tercatat, ekspor Indonesia ke Uni Eropa pada tahun 2018 yakni, macam-macam bahan produksi sebesar 25,1 persen, mesin dan peralatan transportasi 15,2 persen, minyak hewani dan nabati 15,1 persen, bahan kimia 11,9 persen, barang hasil produksi 11,6 persen, bahan mentah tak termakan 9,8 persen dan makanan & hewan hidup 7,7 persen.

Uni Eropa merupakan investor non-Asia utama bagi Indonesia dengan aliran Penanaman Modal Asing Langsung (FDI) mencapai lebih dari USD 1,8 milyar atau sekitar Rp2,5 Triliun (Rp14,152 per dolar) pada tahun 2018.

Selain itu, perusahaan Uni Eropa berinvestasi di sektor-sektor yang menghasilkan produk atau aktivitas bernilai tambah tinggi serta memberikan lapangan kerja berkualitas tinggi bagi masyarakat tanah air.

Ada sekitar 1.000 perusahaan Eropa yang mempekerjakan kurang lebih 1,1 juta masyarakat Indonesia. Perusahaan-perusahaan ini membawa teknologi canggih, sehingga ikut membantu peningkatan nilai tambah Indonesia dalam rantai nilai Industri.

Reporter Magang: Evie Haena Rofiah [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini