12.000 Aparat TNI-Polri diterjunkan amankan pertemuan IMF-World Bank di Bali

Selasa, 13 Maret 2018 20:17 Reporter : Dwi Aditya Putra, Anggun P. Situmorang
Menko Luhut pimpin rakor PanNas. ©2018 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, menyatakan pemerintah menerjunkan 12.000 personel gabungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia guna mengamankan pagelaran International Monetary Fund World Bank Group (IMF-WBG) 2018 yang akan berlangsung pada 8 sampai 14 Oktober 2018 mendatang, di Nusa Dua Bali.

Nantinya TNI dengan Polri diharapkan mampu bersinergi dengan baik mengamankan acara tersebut. "Ada 12.000 personil gabungan," kata Menko Luhut saat konferensi pers, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (13/3)

Dia menyebut, jumlah peserta yang datang diperkirakan bahkan akan melebihi aparat keamanan. Pengunjung juga diprediksi di luar ekspektasi mengingat Bali saat ini menjadi destinasi wisatawan nomor satu dunia.

"Kami melihat mungkin bisa 20.000 lebih yang datang. Persoalannya lagi, kalau mereka banyak yang datang, alasan berlibur sederhana, dia ajak istri anaknya," imbuhnya.

Sementara, Kepala Staf Umum Laksamana Madya TNI, Didit Herdiawan Ashaf juga telah menyatakan kesiapannya dalam mengamankan pegelaran Internasional IMF-WBG 2018. "Prinsipnya TNI dan Polri siap mendukung kegiatan AM IMF-WB. Jadi segala perencanaan yang dilakukan TNI dan Polri sudah detail, time table siapa, berbuat apa, tinggal nanti adjustment bilamana ada tambahan," tandasnya.

Menko Luhut menambahkan pemerintah turut telah mempersiapkan sejumlah langkah antisipasi apabila nantinya terdapat kekurangan tiket pesawat. Salah satu langkah yang akan diambil adalah menambah jumlah penerbangan (extra flight) dari dan menuju Bali.

"Dari Washington mereka sudah menjelaskan mereka kekurangan seat untuk business dan first class. Karena mereka jalan kesini itu tidak kayak kita economic class. Jadi kita sikapi dengan kerja sama PT Garuda, misal dari Singapura ke Bali atau Bali ke Singapura akan ada extra flight," ujarnya.

Menko Luhut menambahkan, selain menambah jumlah penerbangan pihaknya juga tidak menutup kemungkinan membuka kerja sama dengan beberapa maskapai yang mumpuni dalam melayani tamu selama pertemuan tersebut.

"Bayangkan 18.000 sampai 21.000 orang datang dalam satu minggu periode. Tentu tidak hanya Garuda, tentu bisa saja Batik Air, SQ (Singapore Airlines) dan maskapai lain. Yang jadi concern kita itu slotnya. Bagaimana mengatur slotnya," jelasnya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini