12 Proyek Hulu Migas Bakal Beroperasi di 2020

Kamis, 16 Januari 2020 15:59 Reporter : Merdeka
12 Proyek Hulu Migas Bakal Beroperasi di 2020 Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, ada 12 proyek hulu migas yang akan beroperasi di 2020, seiring dengan selesainya pembangunan fasilitas produksi migas yang baru.

Dengan demikian, maka produksi minyak bertambah sebesar 7.200 barel per hari dan gas 520 MMSCFD. Dia mencatat, total investasi 12 proyek tersebut sebesar USD 1,4 miliar.

"Kami laporkan 12 rencana on-stream (produksi) project," kata Dwi, saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/1).

Adapun 12 proyek hulu migas yang akan beroperasi tersebut, yakni Proyek Bukit Tua dikelola Petronas, Proyek Grati Low Pressure dikelola Ophir dan Proyek Buntal 5 dikelola Medco. Tiga proyek tersebut dijadwalkan beroperasi pada kuartal pertama 2020.

Proyek Randu Gunting dikelola Pertamina Hulu Energi (PHE), Proyek Betung Compressor dikelola Pertamina EP, Proyek Sembakung Power Plant dikelola Pertamina EP, Proyek MSTE dikelola Energi Mega Persada, Proyek Melhavis dikelola Ophir. Lima proyek tersebut dijadwalkan beroperasi kuartal kedua 2020.

Proyek Cantik dikelola Sale Raya, Proyek P MP SKG-19 Compressor dikelola Pertamina EP, Proyek Peciko 8A oleh Pertamina Hulu Mahakam dan Merakesh dikelola oleh ENI. Empat proyek tersebut dijadwalkan beroperasi pada kuartal 3 2020.

1 dari 1 halaman

Cadangan Minyak RI Kurang dari 10 Tahun

ri kurang dari 10 tahun

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Mustafid Gunawan mengatakan, pada 2019 cadangan minyak Indonesia mencapai 3.775 miliar barel, sementara cadangan gas mencapai 77 triliun kubik fit.

"Jumlah cadangan berbeda dengan tahun lalu, karena metode berbeda kategorisasi, secara internasional ada kriteria yang berbeda yang dikategorikan jadi cadangan berubah," kata Mustafid, di Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (14/1).

Jika tidak ada kegiatan pencarian kandungan minyak dan gas baru, dengan tingkat produksi produksi minyak sebesar 745 ribu barel per hari dan 1,282 juta barel setara minyak, maka cadangan minyak Indonesia hanya cukup 9,22 tahun lagi, sedangkan gas hanya 21,86 tahun.

"Kemudian untuk resources di sini 9,22 tahun dengan cadangan yang ada kalau tidak ada cadangan baru," tuturnya.

Dia memastikan, cadangan tersebut akan bertambah dengan disetujuinya rencana pengembangan (Plan Of Development/POD) blok migas, sehingga akan meningkatkan temuan cadangan migas baru. "Seperti yang sudah kami sampaikan ada POD ini akan menambah dari sisi produksi," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Saat Mulan Jameela Pertanyakan Status Badan Pengelola Kekayaan Migas Indonesia
Pemerintah Diimbau Pangkas Jalur Mafia Migas
Izin Investasi Migas akan Dipercepat Jadi 1 Hari
Kuota Impor Minyak Dipangkas di 2020, Pertamina Diminta Manfaatkan B30
ESDM Catat Cadangan Minyak RI Kurang dari 10 Tahun
Moeldoko dan Ahok Siap 'Gigit' Mafia Migas dan Turunkan Harga Gas Industri

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini