11,9 Juta Penerima KUR Bebas Cicilan Pokok 6 Bulan dan Bunga 3 Bulan

Rabu, 22 April 2020 15:36 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
11,9 Juta Penerima KUR Bebas Cicilan Pokok 6 Bulan dan Bunga 3 Bulan Sri Mulyani. ©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - 11,9 Juta debitur kredit usaha rakyat (KUR) dipastikan akan mendapatkan relaksasi berupa penundaan pokok angsuran selama 6 bulan dan pembebasan bunga selama 3 bulan. Kebijakan yang sama juga diberikan kepada debitur program PIP, PNM Mekaar, dan koperasi.

"KUR yang sekarang ini disalurkan di sektor perbankan baik Himbara maupun non Himbara mencakup 11 juta debitur KUR mendapat relaksasi 6 bulan penundaan pokok angsuran dan pembebasan bunganya 3 bulan bunga KUR ditanggung pemerintah," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Rabu (22/4).

Selanjutnya, pada tiga bulan berikutnya 50 persen dari bunga ditanggung pemerintah. "Dengan begitu untuk seluruh 11,9 juta debitur KUR, 6 bulan tidak angsur pokok dan bunganya 3 bulan dibayar pemerintah, 3 bulan selanjutnya 50 persen pemerintah, petunjuk diselesaikan kami dan OJK," kata Menteri Sri Mulyani.

Dia menambahkan, untuk kredit ultra mikro sampai pinjaman Rp10 juta, debiturnya yang sebanyak 1 juta dibiayai program investasi pemerintah dengan total oustanding Rp24 triliun dan akan mendapatkan fasilitas serupa dengan KUR.

1 dari 1 halaman

Program Lain Terima Relaksasi Kredit

terima relaksasi kredit

Kemudian di luar itu, untuk program PIP, PNM Mekaar, dan koperasi sebanyak 1,6 juta debitur program ultra mikro dan lainnya 2,8 juta mikro dengan total 10,4 juta usaha mikro dan total untuk ultra mikro PIP, Umi, Mekaar 11,4 juta dengan program total kredit lebih dari Rp27 triliun juga mendapatkan relaksasi penundaan pembayaran pokok 6 bulan. Selain itu juga, bunga ditanggung pemerintah 3 bulan pertama dan 3 bulan selanjutnya 50 persen bunga ditanggung pemerintah.

"Yang akan difinalkan adalah kredit kecil yang ada di perbankan yang hampir sama dengan KUR, mereka tidak mendapat KUR tapi mereka pinjam termasuk dari lembaga pembiayaan seperti mereka yang beli kendaraan motor untuk usaha apakah untuk ojek dan lain-lain maka kami akan melakukan 'policy' yang sama penundaan pembayaran pokok 6 bulan dan bunga disubsidi pemerintah 3 bulan dan 3 bulan selanjutnya 50 persen ini menyangkut seluruh kreditur di bank dan lembaga pembiayana yang punya track record yang baik," katanya.

Kebijakan itu, kata Menteri Sri Mulyani, diberikan dalam implementasinya pada lembaga keuangan, lembaga pembiayaan, dan bank-bank yang memberikan pinjaman ke UKM. "Untuk (kredit yang) di atas Rp500 juta hingga Rp10 miliar seperti diumumkan OJK kami masih dalam proses pembicaraan kalau sudah selesai akan diumumkan prosedur dan mekanismenya dan apa yang dilakukan pemerintah untuk restrukturisasi ini," katanya.

Dia menegaskan melalui program-program ini pemerintah berupaya agar tidak terjadi moral hazard sehingga dalam hal ini rekam jejak dan lembaga keuangan sangat penting. "Kami sedang formulasikan kebijakan untuk membantu masyarakat tapi tetap dijaga kehati-hatiannya," katanya.

[bim]

Baca juga:
Jokowi Minta Stimulus Ekonomi Lindungi UMKM dan Pekerja Informal Aman dari PHK
Berdayakan Mitra Binaan, Pertamina Salurkan Produk UMKM Bantu Tangani Covid-19
Pemerintah Siapkan Tambahan Dana Bantuan Untuk UMKM Terimbas Corona
Genjot Pemulihan Usai Corona, Pengusaha Minta Pembahasan RUU Omnibus Law Terus Jalan
Menperin Agus Gumiwang Gandeng Tokopedia Bantu IKM Olahan Kopi
Ada Pandemi Corona, Kondisi Perbankan Masih Baik Tapi UMKM Terdampak

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini