1 Liter premium di Papua Rp 50.000, jika cuaca buruk Rp 150.000

Kamis, 8 Januari 2015 11:29 Reporter : Idris Rusadi Putra
SPBU. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Sudah menjadi rahasia umum, harga bahan kebutuhan pokok masyarakat di kawasan Indonesia Timur, khususnya Papua, jauh lebih mahal dibanding di Pulau Jawa dan sekitarnya. Salah satu penyebabnya, tingginya biaya logistik ke wilayah Indonesia timur.

Koordinator Pokja Infrastruktur Kawasan Timur Indonesia Kadin, Ferrianto Djais yang mengaku sudah lama menetap di Papua mengatakan, salah satu barang yang harganya sangat mahal di Papua adalah bensin Premium.

Dalam kondisi normal, harga BBM jenis premium di Papua bisa tujuh kali lipat dari harga yang berlaku di Pulau Jawa. Kondisi cuaca ikut mempengaruhi harga BBM di Papua. Manakala cuaca buruk, harganya bisa melonjak tajam.

"Harga BBM Rp 50.000 paling murah, bahkan kalau cuaca jelek bisa Rp 100.000-150.000 per liter," ujarnya di Kantor Kadin, Kuningan, Jakarta, Kamis (8/1).

Kondisi ini berimbas pada investasi. Tingginya harga BBM menjadi salah satu penyebab minimnya investor yang mau menanamkan dananya di wilayah Papua. Sebab, BBM masuk salah satu komponen penting dalam produksi dan operasional.

"Sedangkan dalam production cost, BBM itu porsinya 40-60 persen," lanjutnya.

Untuk bisa keluar dari masalah ini, Ferrianto meminta pemerintah tetap memberikan subsidi bagi BBM yang dipasok ke wilayah Indonesia bagian timur. Selain itu, ketersediaan infrastruktur logistik juga wajib dipenuhi untuk membantu menekan biaya logistik BBM ke kawasan tersebut.

"Pemerintah harus kasih subsidi buat BBM. Dan selama ini masih diangkut pakai pesawat sampai mati pun BBM tetap akan mahal," tutupnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini