Usai Disuntik Vaksin Sinovac, Boleh Vaksin Ulang dengan Pfizer & Moderna di Singapura

Rabu, 18 Agustus 2021 12:22 Reporter : Kurnia Azizah
Usai Disuntik Vaksin Sinovac, Boleh Vaksin Ulang dengan Pfizer & Moderna di Singapura foto ilustrasi vaksin Sinovac. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Singapura memberikan kesempatan bagi para penerima vaksin Sinovac tahap pertama. Untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dengan efikasi yang lebih tinggi, yakni Pfizer-BioNTech dan Moderna. Keduanya dinilai efektif dalam melawan varian delta.

Sebelumnya, peminat akan lebih dulu diberikan penjelasan mengenai risiko pencampuran vaksin dari produsen yang berbeda.

Dilansir dari Liputan6, direktur pelayanan medis Kementerian Kesehatan Singapura, Kenneth Mak, mengatakab kebijakan itu disebut "heterologous vaccination strategy". Ia menegaskan, belum ada data mengenai hasilnya, tapi secara teori berdampak positif.

Di lain sisi, pihak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan untuk tidak memutuskan sendiri mencampur vaksin Covid-19 dari berbagai produsen. Tetap diperlukan otoritas kesehatan masyarakat dalam mengambil keputusan.

Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini yang telah merdeka.com himpun dari berbagai sumber, Selasa (17/8).

2 dari 4 halaman

Studi Terkait Pencampuran Jenis Vaksin

ilustrasi vaksin covid 19 pfizer biontech dan moderna
Ilustrasi vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech dan Moderna ©Reuters

Mengutip dari Reuters, Kelompok Ahli Penasihat Strategis WHO menyatakan bahwa vaksin Pfizer Inc (PFE.N) dapat diterima pada dosis kedua. Usai seseorang menerima AstraZeneca (AZN.L) pada dosis awal. Hal itu dibolehkan bila jenis yang sama, tidak tersedia.

Uji klinis yang dipimpin oleh Universitas Oxford, Inggris tengah melangsungkan penyelidikan terkait pencampuran rejimen vaksin.

Hal itu bagi jenis vaksin AstraZeneca dengan Pfizer. Kemudian uji coba baru diperluas dengan mencakup vaksin Moderna Inc (MRNA.O) dan Novavax Inc (NVAX.O).

3 dari 4 halaman

Pfizer & Moderna untuk Dosis Kedua Usai Sinovac

ilustrasi vaksin covid 19Ilustrasi vaksin Covid-19 ©Unsplash/brano

Negara Singapura menggunakan vaksin Pfizer dan Moderna sebagai program vaksinasi nasional. Karena keduanya memiliki tingkat efikasi di atas 90 persen.

"Tapi meski begitu, jika ada yang eligible untuk mendapat vaksin dari program vaksinasi nasional, (maka) kita akan mengizinkan mereka untuk mendaftar, tetapi kita akan memberikan mereka saran mengenai fakta bahwa belum ada bukti terkait seberapa baik responsnya jika mereka sebelumnya mendapat vaksin lain," kata Kementerian Kesehatan Singapura, Kenneth Mak, seperti dikutip dari Liputan6.

Vaksin Sinovac digunakan untuk swasta, namun tidak dipakai oleh pemerintah di sana. Diketahui, sejumlah negara telah mengizinkan pencampuran vaksin, seperti Korea Selatan, terutama untuk Pfizer dan AstraZeneca.

4 dari 4 halaman

Alasan Pencampuran Vaksin

Khasiat vaksin Sinovac masih menjadi pertanyaan. Kenneth Mak mengatakan bukti dari beberapa negara lain menunjukkan orang yang telah menerima vaksin Sinovac, masih terinfeksi Covid-19.

"Ada risiko yang signifikan dari vaksin ini," ujarnya dilaporkan Business Line.

Pada 3 Juli 2021, lebih dari 17.000 orang di Singapura telah menerima dosis pertama jenis CoronaVac.

Bahkan di Negeri Singa tersebut tegas melakukan tes Covid-19 bagi para penerima vaksin Sinovac, sebelum menghadiri acara. Sedangkan yang telah mendapatkan rejimen vaksinasi lengkap dengan Moderna atau Pfizer. Mereka dapat bebas dari pengujian pra-acara di Singapura.

[kur]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini