Sempat Heboh, Puan Maharani Akhirnya Akui Matikan Mikrofon Politisi Demokrat

Jumat, 13 November 2020 12:36 Reporter : Kurnia Azizah
Sempat Heboh, Puan Maharani Akhirnya Akui Matikan Mikrofon Politisi Demokrat Puan Maharani Akhirnya Akui Matikan Mikrofon Politisi Demokrat. Channel YouTube Boy William ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketika sidang pengesahan RUU Cipta Kerjabeberapa waktu lalu,Ketua DPR RI Puan Maharani tertangkap kamera mematikan mikrofon anggota Fraksi Partai Demokrat Irwan Fecho, yang tengah menyampaikan interupsi. Kejadian tersebut sempat ramai menjadi perbincangan.

Setelah ramai dibahas, mikrofon itu diakui mati secara otomatis. Lama berlalu, akhirnya Puan Maharani mengakui telah mematikan mikrofon tersebut.

Melalui penjelasan panjangnya, Puan menyebut Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin berbisik ingin berbicara pula, selaku ketua pimpinan sidang kala itu. Ingin tahu pengakuan Puan Maharani? Simak informasinya berikut ini.

2 dari 5 halaman

Kursi Panas Milik Puan Maharani

Dilansir dari channel YouTube Boy William, Boy tengah bertandang ke Gedung DPR RI menemui Ketua DPR RI Puan Maharani.

Putri Megawati Soekarnoputri itu menunjukkan tempat duduknya saat persidangan berlangsung. Tepat di atas panggung, bersanding dengan empat kursi lain di samping.

"Saya di tengah, ketua," kata Puan seperti dikutip dari channel YouTube Boy William, sembari menunjuk kursi jabatan miliknya.

"This is the famous hot sit. Ibu masih suka deg-degan nggak di depan orang-orang?," tanya Boy William.

"Kadang-kadanglah, namanya juga manusia. Tarik nafas, tapi nggak boleh kelihatan, pelan-pelan," ungkap Puan tertawa geli.

Posisi Duduk di Gedung DPR RI

puan maharani akhirnya akui matikan mikrofon politisi demokrat
Channel YouTube Boy William ©2020 Merdeka.com

Selain itu, Puan menunjukkan kursi para anggota DPR yang lain. Fraksi paling besar, menduduki kursi terdepan. Diikuti dengan fraksi yang lebih kecil berurutan ke samping dan belakang.

"Yang paling depan ini fraksi besar, jadi PDI Perjuangan. Kemudian yang lain-laing, fraksi besar baru fraksi yang lain-lain. Dan memang untuk duduk di kursi paling depan itu saja harus perjuangannya lima tahun, nggak bisa sembarangan orang duduk. Karena memang aturannya gitu," jelas Puan.

3 dari 5 halaman

Alasan Mematikan Mikrofon Saat Interupsi

puan maharani akhirnya akui matikan mikrofon politisi demokrat
Channel YouTube Boy William ©2020 Merdeka.com

Hingga kini, belum ada penjelasan terkait Puan yang mendadak mematikan mikrofon saat perwakilan fraksi Partai Demokrat menyampaikan interupsi. Namun kepada Boy, akhirnya Puan buka suara. Dia mengaku mengikuti aturan dan tata tertib yang ada.

"Bu ketua DPR, aku punya pertanyaan. Itu kenapa kemarin kasus mik tiba-tiba bisa mati sih bu?," tanya Boy penasaran.

"DPR itu punya aturan, tata tertib. Semua anggota DPR itu memang punya hak untuk berbicara. Kita yang pimpin itu ada berlima. Dan siapa yang akan memimpin itu dari hasil rapat pimpinan. Jadi dalam rapat ini A, B atau C yang mimpin," jawab Puan.

Penjelasan Panjang

puan maharani akhirnya akui matikan mikrofon politisi demokrat
Channel YouTube Boy William ©2020 Merdeka.com

Tak berhenti sampai di situ, Puan kembali menjelaskan mengenai gamabaran persidangan UU Cipta Kerja yang berlangsung Senin (5/10) lalu itu. Puan terlihat tak ingin ada anggota yang mengulang pembicaraan.

"Memang posisi duduknya kaya begini. Ketua di tengah, wakil-wakil atau pimpinan yang lain itu di kanan kiri. Nah untuk menjaga persidangan berjalan dengan baik dan lancar. Tentu saja pemimpin rapat harus bisa mengatur jalannya persidangan dengan baik dan benar. Jadi kalau satu orang itu sudah diberi kesempatan bicara, harusnya kemudian tidak mengulang lagi berbicara, tapi memberi kesempatan pada yang lain bicara," papar Puan.

4 dari 5 halaman

Hanya Bisa Satu yang Bicara

Berdasarkan pengakuan Puan pada Boy, ia menjelaskan keadaan meja di ruang sidang. Semua sudah diatur otomatis, hanya satu mik yang menyala. Sehingga saat orang lain hendak bicara, tidak bisa, harus dimatikan dulu.

"Jadi kalau di floor itu sedang berbicara, yang di atas itu tidak bisa ngomong. Karena memang otomatis. Jadi kalau ini bunyi, ini bunyi, cuma bisa satu yang bisa ngomong," ucap Puan.

"Karena ngomong-ngomong terus, tentu saja sebagai pimpinan sidang harus mengatur pembicaraan. Supaya semua dapat waktu untuk bicara. Nah kebetulan teknisnya itu yang bisa mengatur berhenti atau tidak berhentinya orang itu berbicara, atau di mute atau tidak. Itu hanya yang di meja depan, yang di tengah," jelasnya.

puan maharani akhirnya akui matikan mikrofon politisi demokrat
Channel YouTube Boy William ©2020 Merdeka.com

Pada kesempatan yang berbeda sebelumnya, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menjelaskan, saat itu sedang berbisik kepada Puan Maharani supaya tidak ada suara ganda. Sehingga mematikan mikrofon dulu.

"Saya berbisik kepada Bu Ketua supaya tidak doubling, suaranya tidak doubling ke saya. Ibarat kalau kita main zoom meeting, antara laptop satu dengan laptop yang lain sama-sama suaranya dibuka, kan voice-nya jadi doubling. Jadi saya enggak bisa dengar pembicaraan orang di floor," kata Azis di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10).

"Permintaan saya supaya tidak doubling. Tadi saya contohkan, saya mau nyalain Zoom meeting suaranya keluar, Anda nyalain Zoom meeting suaranya keluar, voice-nya doubling enggak? Double, kan? Nah, itu yang saya minta supaya saya bisa mendengar," terang Azis.

5 dari 5 halaman

Puan Mengaku Mematikan Mik

puan maharani akhirnya akui matikan mikrofon politisi demokrat
Channel YouTube Boy William ©2020 Merdeka.com

Akhirnya Puan mengaku bahwa telah mematikan mikrofon saat Fraksi Partai Demokrat Irwan Fecho menyampaikan interupsi, terhadap kekecewaan UU Cipta Kerja.
Alasan Puan mematikan, sebab ada orang lain yang hendak berbicara juga dan harus dihargai.

"Sementara waktu kejadian yang heboh itu, yang mimpin yang sebelah kanan saya. Tapi saat yang bersangkutan mau bicara, nggak bisa bicara. Karena di floor mencet terus, jadi di sana mati. Kemudian pimpin sidang meminta saya mengatur jalannya persidangan, supaya dia bisa berbicara. Bisa nggak dimatiin, jadi kemudian saya mematikan mik tersebut," ungkap Puan.

"Bukan disengaja, tapi untuk menjaga jalannya persidangan," jelasnya.

Otomatis Mik Mati Setiap 5 Menit

Di sisi lain, masih dari lansiran yang sama Azis mengatakan bahwa mikrofon di ruang sidang telah diatur otomatis untuk mati. Azis mengaku yang mengatur perihal durasi mikrofon adalah Sekjen DPR.

"Setiap 5 menit mik itu otomatis mati. Diatur di dalam Tatib, disahkan di dalam paripurna tanggal 2 April 2020. Mekanisme itu disahkan bersama-sama, sehingga nanti kalau sudah disahkan, ya sudah dong, diikuti sama-sama. Saya sebagai pimpinan kan mengatur lalu lintas (rapat)," ujar Azis.

Video Boy William Bertandang ke Gedung DPR RI

Berikut video saat Boy William datang ke Gedung DPR RI menemui Puan Maharani.

[kur]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini