Sedang tren, Ini 9 Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Selasa, 30 Juni 2020 13:12 Reporter : Khulafa Pinta Winastya
Sedang tren, Ini 9 Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan Ilustrasi bersepeda. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Bersepeda tengah menjadi tren dan gaya hidup sehat bagi masyarakat Indonesia di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Di tengah aturan yang mengharuskan kita untuk melakukan jaga jarak atau social distancing, bersepeda bisa menjadi sarana rekreasi yang tepat.

Kita bisa melepas penat dengan berkeliling keluar menggunakan sepeda tanpa harus berinteraksi langsung dengan orang lain. Terlepas dari hal itu, gaya hidup baru ini tentu saja memberikan efek yang baik bagi kesehatan.

Berikut beberapa manfaat bersepeda bagi kesehatan dirangkum dari berbagai sumber:

1 dari 9 halaman

Mengontrol Berat Badan

ilustrasi timbangan badan

©shutterstock.com/Kzenon

Kebiasaan bersepeda mampu membantu menurunkan kadar lemak dalam tubuh sehingga bisa membantu mengontrol kelebihan berat badan. Selain itu, bersepeda akan meningkatkan metabolisme dan membentuk otot, yang memungkinkan Anda membakar lebih banyak kalori, bahkan saat istirahat.

2 dari 9 halaman

Mencegah Risiko Jantung

jantung

©iStock


Bersepeda secara rutin juga memiliki manfaat untuk mencegah risiko penyakit jantung. Bersepeda sedikitnya selama 20 menit setiap harinya akan bantu mengontrol detak jantung, mencegah risiko mudah lelah, dan mencegah obesitas. Selain mencegah risiko jantung, bersepeda juga bisa mencegah kita terkena darah tinggi

3 dari 9 halaman

Menstabilkan Diabetes

minuman pengontrol gula darah

©2020 Merdeka.com


Diabetes merupakan salah satu penyakit yang cukup berbahaya dan bisa menyerang siapa saja dengan segala golongan usia. Dengan rutin bersepeda 30 menit setiap hari, maka bisa membantu untuk menstabilkan gula darah dalam tubuh.

4 dari 9 halaman

Mencegah Stres

Bersepeda dapat meredakan perasaan stres, depresi, atau kecemasan. Berfokus pada jalan saat Anda bersepeda membantu mengembangkan konsentrasi dan kesadaran akan saat ini.

Bersepeda juga bisa membantu melepaskan hormon endorfin yang mampu membantu kita merasa lebih baik dan menurunkan tingkat stres.

5 dari 9 halaman

Meningkatkan Kemampuan Seks

Manfaat bersepeda dapat membangun beberapa kelompok otot yang penting. Dikutip dari laman Liputan6, Dr Matthew Forsyth, ahli urologi dan pengendara sepeda dari Portland, Oregon, mengatakan, "Semua otot yang dibentuk saat bersepeda digunakan selama hubungan seksual. Semakin baik mengembangkan otot-otot ini, hubungan seksual yang lebih lama."

6 dari 9 halaman

Mengatasi Insomnia

9 penyebab insomnia dan gejalanya

©2020 Merdeka.com


Bagi penderita insomnia, alangkah lebih baiknya untuk rutin bersepeda setidaknya 20-30 menit setiap dua hari sekali. Hal ini akan membantu tubuh menjadi rileks dan Anda merasa waktu tidur akan datang lebih cepat.

Jika Anda bersepeda di pagi hari sebelum matahari terik, hal ini bisa menyingkirkan hormon kortisol yang dapat menyebabkan insomnia.

7 dari 9 halaman

Menurunkan Risiko Kanker

Bersepeda dapat mengurangi risiko Anda untuk jenis kanker tertentu, termasuk kanker payudara. Menurut penelitian dari 2019, tetap aktif bersepeda jika Anda menderita kanker payudara dapat membantu mengurangi efek samping dari pengobatan kanker, termasuk kelelahan, dan meningkatkan kualitas hidup Anda secara keseluruhan.

8 dari 9 halaman

Cocok untuk Orang dengan Masalah Sendi

5 cara membentuk otot perut dengan mudah lakukan gerakan olahraga ini

©2020 Merdeka.com


Bersepeda merupakan pilihan yang baik bagi orang-orang yang menginginkan olahraga yang intens tanpa menekankan persendian mereka. Bersepeda adalah pilihan yang bagus untuk orang yang memiliki masalah sendi atau kekakuan keseluruhan, terutama di tubuh bagian bawah.

9 dari 9 halaman

Meningkatkan Kekuatan Otak

Sebuah studi 2013 menemukan bahwa selama latihan, aliran darah pengendara sepeda di otak meningkat 28 persen, dan hingga 70 persen di area tertentu.

Sudah sejak lama jika olahraga dikaitkan dengan kegiatan yang bisa menyehatkan otak dan pengurangan perubahan kognitif yang dapat membuat kita rentan terhadap demensia di kemudian hari.




[khu]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini