Rekayasa Lingkungan adalah Upaya Menjaga Kelestarian Bumi, Ketahui Contohnya

Kamis, 6 Oktober 2022 10:09 Reporter : Mutia Anggraini
Rekayasa Lingkungan adalah Upaya Menjaga Kelestarian Bumi, Ketahui Contohnya Ilustrasi taman. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/1000 Words

Merdeka.com - Rekayasa lingkungan adalah salah satu cabang dalam ilmu teknik sipil. Secara tidak langsung, rekayasa lingkungan dapat juga disebut dengan segala upaya yang dilakukan manusia untuk menjaga kelestarian bumi.

Maka dari itu, rekayasa lingkungan juga memiliki kaitan erat dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Pada intinya, upaya-upaya tersebut diwujudkan untuk kemajuan peradaban manusia yang selaras dengan kelestarian lingkungan.

Dalam rekayasa lingkungan, terdapat beberapa unsur yang senantiasa wajib menjadi perhatian. Di antaranya yakni berupa unsur biotik, abiotik, serta sosial budaya yang dimiliki manusia.

Semua hal tersebut harus saling beriringan dalam pembangunan yang dilaksanakan manusia. Apabila ketiga unsur tersebut terjaga, artinya rekayasa lingkungan mencapai tujuannya untuk menyelamatkan bumi. Lantas, apa sebenarnya definisi hingga contoh dari rekayasa lingkungan tersebut?

Melansir dari berbagai sumber, berikut merdeka.com rangkum mengenai konsep rekayasa lingkungan untuk Anda.

2 dari 6 halaman

Definisi Rekayasa Lingkungan

Melansir dari situs ocw.upj.ac.id, terdapat sejumlah konsep yang mengungkapkan mengenai definisi dari rekayasa lingkungan. Salah satunya yakni yang disebutkan dalam regulasi berupa UU RI No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam UU RI No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup tersebut, rekayasa lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang dapat mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

ilustrasi alam terbuka

©Shutterstock.com/ szefei

Sementara itu, rekayasa lingkungan juga dapat dikatakan sebagai ilmu yang membahas mengenai tata cara pengelolaan dan pandangan terhadap upaya pelestarian lingkungan. Sehingga, ilmu teknik sipil dalam rekayasa lingkungan tersebut lebih lanjut mempelajari tentang cara membangun konstruksi untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.

Setelah dibangun, maka rekayasa lingkungan akan menghasilkan dampak. Hasil itu kemudian disebut dengan dampak lingkungan. Artinya, dampak lingkungan merupakan segala bentuk hasil yang berupa positif maupun negatif sebagai akhir dari interaksi antara manusia dengan lingkungannya tersebut.

3 dari 6 halaman

Tiga Unsur Rekayasa Lingkungan

Selain mengetahui definisi serta dampaknya, maka hal selanjutnya yang patut dipelajari ialah mengenai unsur di dalamnya. Rekayasa lingkungan senantiasa dapat dilakukan apabila ketiga unsur berikut ini menjadi perhatian.

Adapun tiga unsur yang menjadi prioritas utama dalam rekayasa lingkungan serta pembangunan berkelanjutan tersebut yakni sebagai berikut.

ilustrasi taman di dalam rumah
©2012 Merdeka.com

1. Biotik

Pertama, biotik menjadi salah satu unsur yang perlu untuk mendapat perhatian saat manusia melakukan perencanaan pembangunan. Biotik sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut makhluk hidup yang terdapat di dalam lingkungan.

Biotik turut menjadi media yang saling berhubungan satu sama lain. Contohnya yakni manusia, hewan, tumbuhan, serta jasad renik.

2. Abiotik

Selanjutnya, unsur yang kedua yakni abiotik. Abiotik merupakan istilah yang digunakan untuk merujuk pada unsur yang terdapat di dalam lingkungan hidup.

Perannya, abiotik yakni menjadi media berlangsungnya kehidupan dari unsur biotik. Contohnya yakni meliputi air, tanah, udara, serta sinar matahari.

3. Sosial Budaya

Ketiga, unsur yang tak kalah pentingnya dalam rekayasa lingkungan adalah sosial budaya. Sosial budaya adalah istilah yang digunakan untuk menyebut seperangkat sistem nilai yang dimiliki manusia.

Sistem tersebut di antaranya berupa gagasan serta keyakinan yang menjadi pedoman hidup. Sistem ini lah yang kemudian menjadi penentu manusia dalam bersikap hingga berperilaku sebagai makhluk sosial.

4 dari 6 halaman

Ciri-ciri Pembangunan Berkelanjutan

Selanjutnya, mempelajari rekayasa lingkungan juga secara tidak langsung berarti memahami tentang konsep pembangunan berkelanjutan. Sementara itu, suatu rekonstruksi dapat disebut memiliki konsep pembangunan berkelanjutan jika memenuhi ciri-cirinya.

Adapun ciri-ciri dari pembangunan berkelanjutan yang dapat dijadikan sebagai pedoman rekonstruksi yakni sebagai berikut.

bunga

Daily Mail

1. Adanya Perencanaan yang Matang

Ciri pertama dari pembangunan berkelanjutan yakni adanya perencanaan yang matang dari manusia. Unsurnya yakni dapat mengetahui serta memahami kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman yang dimiliki dalam jangka panjang.

2. Memperhatikan Daya Dukung Lingkungan

Kedua, pembangunan berkelanjutan senantiasa memperhatikan daya dukung lingkungan. Dengan daya dukung lingkungan tersebut, maka pembangunan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.

3. Meminimalisir Dampak Pencemaran

Selanjutnya, ciri pembangunan berkelanjutan yang ketiga adalah kemampuan meminimalisir dampak dari pencemaran lingkungan. Kerusakan lingkungan wajib menjadi perencanaan yang kuat dalam konstruksi.

4. Adanya Partisipasi Masyarakat

Ciri terakhir yang tak kalah penting dari pembangunan berkelanjutan adalah kehadiran partisipasi masyarakat di dalam perencanaan. Artinya, kebutuhan serta sosial budaya masyarakat sekitar menjadi unsur yang penting di dalam pembangunan.

5 dari 6 halaman

Prinsip Dasar Pembangunan Berkelanjutan

Pembangunan berkelanjutan dapat pula dikaitkan dengan beberapa prinsip dasar yang menyertainya. Beberapa prinsip dasar dari pembangunan berkelanjutan tersebut antara lain sebagai berikut.

ilustrasi taman eden
© Answersingenesis.org

1. Pemerataan dan Keadilan Sosial

Pembangunan harus diorientasikan dalam pemerataan untuk generasi saat ini dan mendatang. Pemerataan tersebut dapat dilakukan di bidang sumber daya, faktor produksi, serta ekonomi.

2. Keanekaragaman

Pembangunan berkelanjutan juga harus mendorong keanekaragaman. Artinya, konstruksi tersebut dapat menjadi media untuk tumbuh kembang dari keanekaragaman hayati dan budaya.

3. Pendekatan Integratif

Pembangunan harus berjalan dengan konsep integratif antara manusia, sistem alam, serta sistem sosial. Sebab, ketiga unsur ini harus terus beriringan hingga jangka panjang.

4. Perspektif Jangka Panjang

Pembangunan harus direncanakan untuk jangka panjang. Artinya, pembangunan tersebut dapat bermanfaat bagi masa kini hingga masa mendatang dengan segala tantangannya.

6 dari 6 halaman

Contoh Upaya Rekayasa Lingkungan

1. Rekayasa Pencemaran Atmosfir

  • Pengendalian Vektor Penyakit
  • Pengelolaan Pencemaran Udara

2. Rekayasa Pencemaran Air

  • Pengendalian Vektor Penyakit
  • Penyediaan Air Bersih
  • Pengelolaan Air Limbah
  • Drainase Air Hujan dan Pembuangan
  • Plumbing

3. Rekayasa Pencemaran Tanah

  • Pengendalian Vector Penyakit
  • Pengelolaan Limbah Padat Domestik
  • Pengolahan B3

[mta]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini