Pria Ini Meninggal Saat Wawancara Kerja, Penyebabnya Bikin Miris

Senin, 9 Desember 2019 09:34 Reporter : Siwi Nur Wakhidah
Pria Ini Meninggal Saat Wawancara Kerja, Penyebabnya Bikin Miris Ilustrasi wawancara kerja. ©2012 Shutterstock/Kzenon

Merdeka.com - Wawancara salah satu syarat saat akan melamar pekerjaan. Pelamar juga harus menyiapkan segala kemampuan untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan tak terduga. Suasana wawancara yang harusnya tegang berubah jadi kepanikan setelah salah seorang pelamar terjatuh tak sadarkan diri.

Dilansir dari World of Buzz, seorang pria asal Hangzhou, China ini terjatuh tepat saat wawancara kerja. Kejadian ini terjadi pada Selasa (26/11) lalu.

Sontak suasana di ruang wawancara menjadi panik dan kacau. Pria ini kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Berikut kisahnya:

1 dari 3 halaman

Dinyatakan Meninggal Setelah Sampai di Rumah Sakit

Begitu sampai di rumah sakit, pria berusia 36 tahun ini dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan dilakukan pengecekan. Sayangnya, pupil mata pria ini sudah meluas dan dinyatakan meninggal dunia.

Kejadian ini tentu mengejutkan pewawancara dan pelamar lain yang ada di perusahaan yang tak disebutkan namanya itu.

Pihak dokter yang melakukan pemeriksaan terakhir, menyatakan kalau pria ini memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi. Pasien dengan tekanan darah tinggi lebih berisiko terkena serangan jantung.

Serangan jantung juga tak bisa diprediksi kapan datangnya. Seperti yang terjadi pada pelamar kerja yang sedang wawancara ini.

2 dari 3 halaman

Kelelahan Bekerja Jadi Penyebabnya

Dari pengakuan pewawancara, pria asal Hangzhou ini mengaku selalu begadang dan bekerja lembur di tempat kerja lamanya. Itulah alasan sang pelamar ingin mencari pekerjaan baru.


2014 Merdeka.com/shutterstock/rangizzz

Dokter juga menambahkan kalau pria yang tak disebutkan namanya ini juga menderita penyakit jantung koroner. Di mana penyakit ini sulit terdeteksi oleh pasien.

Penyakit ini juga bisa diderita oleh orang yang merasa sehat sekalipun. Tanda-tanda penyakit ini baru muncul setelah jatuh sakit.

3 dari 3 halaman

Bisa Terjadi pada Siapa Saja

Kejadian serupa ternyata tak hanya baru pertama kali terjadi di Hangzhou. Dua pekan sebelum kejadian tragis ini, ada pasien dengan kondisi yang mirip.


2018 Merdeka.com/Pixabay

Beruntungnya, nyawa pasien tersebut masih bisa diselamatkan setelah mendapat perawatan. Namun, pasien tersebut bersikukuh untuk kembali bekerja segera.

Dokter yang menangani dua pasien ini menyarankan, siapa saja yang memiliki riwayat serangan jantung, harus lebih berhati-hati dan menghindari kerja lembur. Hal ini dilakukan untuk mencegah kejang jantung yang mendadak.

[snw]
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini