Potret Rumah Mewah dan Megah Para Bos Warteg, Penghasilannya Tiap Bulan Fantastis Bikin Geleng-geleng Kepala
Saking suksesnya, ada sebuah perkampungan dari para bos warteg yang memiliki banyak rumah elegan nan nyaman.
Bicara soal makanan, hampir semua orang rasanya mengenal istilah Warung Tegal alias warteg. Warung Tegal nyatanya seringkali menjadi penyelamat banyak orang di kala rasa lapar melanda.
Siapa sangka, Warung Tegal nyatanya asli merupakan usaha mandiri dari para warga di Tegal, Jawa Tengah. Bahkan saking suksesnya, ada sebuah perkampungan dari para bos warteg yang memiliki banyak rumah elegan nan nyaman.
Hal ini tentu saja bisa diperoleh lantaran penghasilan mereka ternyata begitu fantastis. Seperti apa potret rumah hingga cerita para bos warteg ini? Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari kanal YouTube Rizqunna Channel.
Kampung Jutawan Warteg
Di Sidokatun, Tegal, Jawa Tengah, siapa sangka ada sebuah perkampungan unik yang menjadi tempat tinggal khusus dari para pemilik usaha warteg. Jika diamati secara mendalam, ada banyak rumah mewah hingga berlantai dua dengan desain terkini.
Tak lain, deretan rumah tersebut ialah milik dari para pengusaha warteg sukses. Namun siapa sangka, rumah-rumah yang berada di pelosok desa itu seringkali kosong lantaran ditinggal para pemiliknya merantau mencari penghidupan di area perkotaan.
“Kampung ini terkenal sebagai kampungnya bos warteg. Kampung ini berada di pelosok desa karena ujung kampung ini merupakan hamparan area persawahan. Ini banyak rumah bagus tapi kosong ya guys. Jadi mungkin ini pemiliknya juga baru pada bekerja di kota,” terang sang pemilik video dalam keterangannya.
Bos Warteg di Tangerang
Secara tak sengaja, pemilik video tersebut bertemu salah seorang pensiunan bos warteg saat berkeliling kampung. Mantan bos warteg itu mengaku jika dirinya kini telah memiliki warteg sukses di area Tangerang, Banten.
Di usia senjanya kini, pria itu menyebut jika dirinya telah memilih untuk menitipkan usaha wartegnya itu kepada sang keponakan. Selain lantaran pensiun, dia mengaku jika putra-putrinya enggan meneruskan usaha sang ayah.
“Dulu saya sejak tahun 2009. Sekarang saya sudah pensiun empat tahun lalu. Sekarang warung saya di Tangerang dijaga sama keponakan. Anak sih ada empat tapi semua di pelayaran, enggak mau jaga warung,” terangnya.
Saat masih memegang usahanya sendiri, eks bos warteg itu mengaku pernah mendapat omzet harian luar biasa. Setiap harinya, dia mengaku mampu mengantongi pendapatan bersih sebanyak Rp500 ribu.
“Sekarang sudah pensiun, tinggal menikmati hasilnya. Dulu omzet saya sehari bisa sampai Rp2 juta kotornya ya, kalau bersih ya bisa lah Rp500 ribu,” ceritanya.
Ada Cerita Bos Warteg Cikarang
Selain dari kisah eks bos warteg Tangerang, rupanya ada pula cerita serupa yang dialami oleh bos warteg yang memiliki usaha di wilayah Cikarang. Bedanya, kini dirinya mengaku pulang kampung lantaran untuk menjenguk orang tua yang tengah jatuh sakit.
“Saya juga pengusaha warteg di daerah Cikarang. Ini saya baru pulang karena orang tua sakit,” ceritanya.
“Berarti ini kampung itu ramai kalau waktu lebaran aja ya pak?” tanya sang pemilik video.
“Iya betul,” singkatnya.
Soal pendapatan, bos warteg itu mengaku juga memiliki omzet harian yang tak kalah fantastis. Setiap harinya, dia mengaku bisa mendapatkan penghasilan sebanyak Rp2 juta dari berjualan makanan khas warung tegal.
“Kalau penghasilan, ya yang penting cukup lah untuk menyekolahkan anak. Kalau omzet enggak menentu tapi biasanya di kisaran Rp1,5 juta sampai Rp2 juta per hari. Paling tinggi bisa sampai Rp2juta lebih, tapi jarang sih ya,” tegasnya.
Meski mampu mendapatkan penghasilan fantastis, dia sendiri tak menampik kerasnya perjuangan membangun usaha. Jatuh bangun seringkali menjadi hal lumrah yang dialaminya selama mendirikan warteg. Meski demikan, warteg yang didirikannya bersama sang istri nyatanya mampu melewati tantangan dan menjadi salah satu tempat mengisi perut andalan bagi warga di sekitar area Cikarang.
“Suka dukanya ya pasti ada ya. Namanya orang usaha itu pasti menemui tantangan, dan itu selalu bertahap yang bikin kita harus siap,” cerita sang istri.