Perwira Polisi Bentak Sopir Ambulans Ngeyel Sok Akrab Anak Mantan Kapolri

Senin, 9 Mei 2022 10:10 Reporter : Kurnia Azizah
Perwira Polisi Bentak Sopir Ambulans Ngeyel Sok Akrab Anak Mantan Kapolri Ambulans Relawan Beringin Terobos One Way di Puncak. ©2022 Merdeka.com/Rasyid Ali

Merdeka.com - Mobil ambulans bertuliskan Relawan Beringin kedapatan menerobos sistem one way atau satu arah di Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (7/5) sekitar pukul 13.00 WIB. Ambulans tersebut melaju dari arah Jakarta menuju Puncak, saat kepolisian memberlakukan satu arah ke Jakarta.

Saat digeledah, ambulans bernomor polisi B 1070 KIX tersebut tidak membawa peralatan pendukung medis, seperti oksigen maupun tandu. Justru disalahgunakan untuk membawa penumpang yang diduga akan liburan.

Bahkan sang sopir ambulans sempat berkelit saat ditanya soal SIM dan STNK. Hingga bersikap sok akrab terhadap putra eks Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Sutarman, Iptu Danny Trisespianto Arief.

Simak ulasan dan video selengkapnya berikut ini, dihimpun secara eksklusif oleh merdeka.com, Senin (9/5).

2 dari 6 halaman

Mengaku Bawa Orang Sakit

polisi bentak sopir ngeyel sok akrab anak mantan kapolri
merdeka ©2022 Merdeka.com

Putra bungsu mantan Kapolri, Iptu Danny Trisespianto Arief atau yang akrab disapa Danny Sutarman dibuat geram oleh seorang sopir ambulans.

Sedari awal sopir bernama Muhamad Ali itu berkilah tengah membawa orang yang sakit. Tapi saat disinggung mengenai rumah sakit, ia justru mengaku tidak tahu.

"Tadi muntah-muntah di jalan, ya saya bawa saja," katanya.

"Lah mas ke Ciawi, kan tadi dari Sukabumi kan? Sukabumi ke sini ngelewatin Rumah Sakit Ciawi mas," tegas Danny.

"Saya enggak tahu rumah sakit," tukas sopir.

"Tadi katanya bawa orang sakit," ujar sejumlah anggota.

Baca juga:

Baca juga:

Baca juga:

3 dari 6 halaman

Awalnya Pihak Polisi Berniat Memberi Pengawalan

polisi bentak sopir ngeyel sok akrab anak mantan kapolri

merdeka ©2022 Merdeka.com

Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin menyebutkan bahwa awalnya petugas memberhentikan ambulans tersebut untuk memberi pengawalan prioritas. Namun, saat diperiksa ambulans itu justru bukan membawa orang dalam keadaan darurat.

"Karena kami sudah tekankan ke anggota kalau ada ambulans butuh pengawalan prioritas, akan dikawal. Tapi ternyata setelah diperiksa di dalamnya bukan orang sakit, tapi orang mau berlibur," kata Iman, Sabtu (7/5).

Menurutnya, khawatir jika ambulans tidak diberhentikan justru akan membahayakan penumpang dan pengendara lain. Sebab sampai pukul 19.00 WIB, Jalur Puncak berlaku satu arah ke Jakarta.

"Alasannya kan ada orang sakit. Kalau memang betul akan dikawal sampai ke rumah sakit. Kami cek juga nomor polisinya tidak diperbaharui, jadi kami terakhir undang-undang lalu lintas," imbuhnya.

4 dari 6 halaman

Bersikap Sok Akrab ke Anak Kapolri

polisi bentak sopir ngeyel sok akrab anak mantan kapolri
merdeka ©2022 Merdeka.com

Kanit Regident Sat Lantas Polres Bogor Iptu Danny Sutarman dibuat kesal, lantaran sang sopir yang terus saja berbelit. Seakan menghindari dan tak memberikan respons positif.

"Bawa orang mau liburan. Tadi ngakunya sakit. Mau liburan padahal. Tadi katanya bawa orang sakit. Mana SIM STNK sini," tegas Danny, dikutip dari akun Instagram @makasar_info.

Bahkan sopir tersebut tak segan merangkul putra bungsu eks Kapolri itu. Seraya tampil akrab untuk menyelesaikan kasus.

"Saya koordinasi dulu sama atasan," tukas sopir ambulans.

"SIM STNK mana? Kamu apa koordinasi-koordinasi. Saya petugas, mana SIM STNK kamu mana?," pinta Danny lagi.

Baca juga:

5 dari 6 halaman

Ketahuan Pajak Izin Sudah Hangus

polisi bentak sopir ngeyel sok akrab anak mantan kapolri
merdeka ©2022 Merdeka.com

Meski sudah didapati sejumlah kejanggalan, sopir ambulans itu justru masih berkilah terhadap para petugas. Sopir dan para penumpang lantas digiring ke kantor Satlantas Polres Bogor.

Iptu Danny yang ikut memberhentikan ambulans tersebut menjelaskan, ambulans melanggar beberapa peraturan lalu lintas.

"Pertama melawan arus, tidak dilengkapi surat-surat, ketiga tidak ada pengesahan, karena pajak mati tahun 2014, juga menggunakan rotator berwarna merah dan biru, karena sesuai Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 bahwa ambulans seharusnya rotator berwarna merah," terang Danny.

Danny menambahkan, ambulans yang dikemudikan Muhamad Ali itu, ada tiga orang perempuan, dua anak kecil, dua laki-laki, dua remaja laki-laki, hingga soundy system portable, bantal hingga karpet.

"Perlengkapan ambulans seperti oksigen tidak ada. Bahkan tandu pun tidak ada. Jadi kami tilang, dengan barang bukti kendaraan. Kami tilang, lalu kami minta bayar pajak, bawa BPKB, baru bisa diambil kendaraannya," kata Danny.

6 dari 6 halaman

Video Ambulans Kedapatan untuk Liburan

Mobil ambulans bertuliskan Relawan Beringin kedapatan membawa sejumlah wisatawan, akhirnya ditilang oleh polisi. Seorang perwira Iptu Danny Sutarman terlihat kesal karena sopir ambulans ngeyel. Kekesalan Danny memuncak saat sopir itu berkelit ditanya soal SIM dan STNK.

Berikut videonya.

Baca juga:

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini